Jeritan KOMANDO di Jantung ESDM : Tolak RKAB, Usut Tuntas Dugaan Korupsi Tambang Nikel!

Foto : KOMANDO, menggelar aksi demonstrasi di depan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), Kementerian ESDM, guna mendesak pemerintah menolak persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) milik PT Cinta Jaya Sultra dan PT Tristaco Mineral Makmur. Kamis (2 april 2026)

Jakart, Beninginfo.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Konsorsium Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (KOMANDO) menggelar aksi demonstrasi di depan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), Kementerian ESDM, guna mendesak pemerintah menolak persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) milik PT Cinta Jaya Sultra dan PT Tristaco Mineral Makmur., Selasa (2 april 2026)

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan keterlibatan kedua perusahaan tersebut dalam pusaran kasus korupsi tambang nikel di Blok Mandiodo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Adrian Alfath Penanggungjawab Aksi menegaskan bahwa praktik pertambangan di wilayah Mandiodo diduga telah berlangsung secara ilegal sejak tahun 2017 hingga 2023, dengan modus penambangan di luar wilayah izin serta manipulasi dokumen untuk melegalkan hasil tambang.

“Kasus ini bukan pelanggaran biasa, melainkan kejahatan terstruktur yang merugikan negara hingga triliunan rupiah. Oleh karena itu, perusahaan yang diduga terlibat tidak boleh lagi diberikan ruang melalui persetujuan RKAB,” tegas Adrian dalam pernyataannya.

Adrian menilai bahwa pemberian RKAB kepada perusahaan yang terseret kasus hukum justru menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah dalam menegakkan prinsip tata kelola pertambangan yang bersih dan berkeadilan.

Selain itu, Ia juga menyoroti belum tersentuhnya aktor utama dalam kasus tersebut, sementara proses hukum dinilai baru menyasar pihak pelaksana di lapangan.

“Yang ditangkap hanya pelaksana di lapangan. Sementara aktor utama yang diduga sebagai pemilik manfaat (beneficial owner) justru belum tersentuh. Ini menunjukkan bahwa penegakan hukum kita masih tebang pilih,” Ujarnya

Olehnya itu mereka menuntut Menolak dan tidak menerbitkan RKAB untuk PT Cinta Jaya Sultra dan PT Tristaco Mineral Makmur serta Menelusuri aliran dana PT Cinta Jaya dari tahun 2018 hingga 2023, terutama yang berkaitan dengan penerbitan dokumen terbang dan penyewaan jetty.

Mahasiswa menegaskan bahwa apabila tuntutan tersebut tidak diindahkan, maka gelombang aksi akan terus berlanjut dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Kami akan terus datang dan mengawal kasus ini sampai benar – benar di tuntaskan. Negara tidak boleh kalah oleh mafia tambang,” tutupnya ****alki