PANCUR BATU,beninginfo.com – Lagi-lagi anggaran rakyat jadi korban. Proyek pembangunan jembatan di Jalan Medan–Deli Tua–Pancur Batu, Desa Baru, Pancur Batu senilai Rp397 juta yang bersumber dari APBD Pemkab Deliserdang diduga mangkrak dan ditinggal kabur kontraktor.
Alih-alih jadi penghubung, proyek ini justru meninggalkan puing dan lubang berbahaya di tengah jalan. Warga pun geram.
“Ini namanya mempermainkan rakyat. Uang ratusan juta sudah cair, tapi hasilnya cuma besi berkarat dan tanah digali,” ujar warga Desa Baru yang minta identitasnya dirahasiakan saat ditemui di rumahnya, Jumat (14/8/2026).
KERJA KOBOI: MANUAL LAWAN ARUS DERAS, Yang membuat warga makin naik pitam adalah cara kerja proyek ini. Pembongkaran struktur lama dan gorong-gorong dilakukan secara manual, tanpa alat berat.
Padahal semua orang tahu, debit air di bawah jembatan itu sangat deras.
“Secara logika anak SD pun tahu. Mau bangun jembatan di atas air deras kok pakai cangkul dan tenaga manusia? Ini bukan kerja, ini cari mati. Solusinya jelas harus pakai ekskavator,” tegas warga dengan nada kesal.
DI MANA PENGAWASAN PEMKAB?Kondisi ini memunculkan dugaan keras adanya kelalaian perencanaan dan pengawasan dari dinas terkait. Proyek asal jadi, asal cair, lalu ditinggal.
Warga menuntut 3 hal:
1. Pemkab Deliserdang segera turun tangan dan mengevaluasi kontraktor pelaksana
2. Usut aliran dana Rp397 juta tersebut. Sudah dikerjakan apa saja?
3. Lanjutkan proyek dengan standar teknis yang benar atau hentikan dan kembalikan uang negara
“Jangan sampai ada korban jiwa dulu baru sibuk. Ini jalan umum, bukan jalan tikus. Kalau jebol, siapa yang tanggung jawab?” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemkab Deliserdang dan dinas terkait belum memberikan keterangan.***(Ari Wibowo).


















