TERBONGKAR! Sosok Gusnila Bukan Jemaah, Melainkan Agen Travel BMW yang Kerap Dapat Umroh Gratis

Doc : Guslina berjilbab hitam sedang melancarkan aksinya pada saat di kantor travel BMW pekan baru , Senin( 29/9/2026)

PEKANBARU,beninginfo.com – Fakta mengejutkan terbongkar di balik aksi penggerudukan Kantor Travel BMW di Jalan Impres, Ruko Rindu Serumpun No.3 Pekanbaru pada Senin malam (29/9/2026).

Sosok yang selama ini diduga menjadi provokator jemaah umroh gagal berangkat, Gusnila, ternyata bukan jemaah biasa. Ia adalah salah satu agen resmi dari Travel BMW Pekanbaru itu sendiri.

Informasi ini diungkap langsung oleh Direktur Travel BMW, Mega Wati.

Menurut keterangan Mega Wati, sosok Gusnila selama ini justru sangat diperhatikan oleh pihak travel. Bahkan, Gusnila sudah beberapa kali diberangkatkan umroh gratis oleh Travel BMW sebagai bentuk hadiah dan apresiasi, meskipun jemaah yang didaftarkannya kurang dari kuota yang ditentukan.

“Padahal kita sangat memperhatikan sosok Gusnila ini. Selalu kita berangkatkan umroh gratis walau jemaah yang dia daftarkan kurang kuota. Tapi balasan dia seperti ini, dia yang memprovokasi jemaah untuk menyerang kantor kami,” ungkap Mega Wati. Kamis,(1/10/2026).

Pada malam kejadian, Gusnila bersama beberapa kerabatnya serta calon menantunya diduga memprovokasi jemaah umroh untuk menyerang dan marah-marah di kantor hingga suasana malam itu sangat mencekam bagi Mega Wati selaku penanggung jawab Travel BMW.

Tidak hanya berteriak-teriak, Gusnila dan komplotannya yang tidak diketahui namanya itu memaksa Mega Wati untuk menyerahkan satu sertifikat rumah, satu unit mobil Veloz, dan sejumlah uang yang ada di dalam rekening pribadi Mega Wati untuk ditransfer paksa ke rekening pribadi Gusnila.

Puncaknya, setelah aksi merebut dan memaksa mentransfer uang itu berhasil, Mega Wati masih dipaksa untuk membuat surat pernyataan dengan isi menyerahkan semua harta tersebut dengan suka rela tanpa ada paksaan.

Karena merasa sangat terancam, dikepung dan ditekan dalam kerumunan massa yang sudah emosi, Mega Wati akhirnya terpaksa membuat dan membacakan surat pernyataan tersebut, yang kemudian direkam oleh kerabat serta calon menantu Gusnila dan orang-orang yang hadir pada saat itu.

“Jelas itu surat pernyataan di bawah tekanan. Saya sangat terancam malam itu. Mana ada orang menyerahkan sertifikat rumah, mobil, dan uang secara suka rela tengah malam sambil dikepung? Saya dipaksa membuat surat itu dan disuruh membacakannya sambil mereka rekam. Ini skenario mereka untuk menghilangkan jejak pemerasan,” tegas Mega Wati.

Aksi yang dilakukan Gusnila ini dinilai sudah sangat tidak manusiawi dan merupakan pengkhianatan. Dari seorang agen yang diberi keistimewaan umroh gratis, kini berbalik menjadi provokator yang diduga ingin menjatuhkan travel tempatnya bernaung.

Atas kejadian ini, Mega Wati menegaskan akan segera melaporkan Gusnila Wati beserta kerabat dan calon menantunya ke Polda Riau.

“Bukti transfer paksa ada, bukti rekaman paksaan ada. Kita akan laporkan pidana pemerasan dan perampasan,” pungkasnya.

Hingga berita ini terbit, awak media masi mencoba untuk menghubungi guslina.

 

Penulis : Ari wibowo