227 Santri MDTA Pekanbaru Adu Bakat di Porsadin VI, Dari Pidato hingga Atletik

Foto. Plh kakan kemenag kota pekanbaru H .suhardi hasan, S.Ag, M A, saat di wawancara Beninginfo.com, Sabtu (29-8-2026)

PEKANBARU (Beninginfo.com) — Sebanyak 227 santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) dari 15 kecamatan di Kota Pekanbaru mulai menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VI tingkat Kota Pekanbaru.

Ajang yang memadukan kompetisi seni, keagamaan dan olahraga tersebut resmi dibuka Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru, H. Suhardi Hasan, S.Ag., M.A., di Kampus Universitas Lancang Kuning (Unilak), Sabtu (29/8/2026).

Porsadin VI berlangsung selama dua hari, 29-30 Agustus 2026. Kecamatan Rumbai dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan tahun ini.

Dalam kompetisi tersebut, para santri akan mengikuti 14 cabang perlombaan yang mencakup bidang keagamaan, seni hingga olahraga. Sejumlah cabang yang dipertandingkan antara lain pidato bahasa Arab dan bahasa Indonesia, sholawat, zikir, bulu tangkis, tenis meja, atletik serta berbagai cabang lainnya.

Plh Kepala Kemenag Kota Pekanbaru, H. Suhardi Hasan, kepada Beninginfo.com  mengatakan Porsadin menjadi salah satu wadah untuk menggali dan mengembangkan potensi santri MDTA yang selama ini mendapatkan pendidikan keagamaan sejak usia dini.

Menurutnya, perkembangan cabang perlombaan dalam Porsadin menunjukkan bahwa kemampuan santri tidak hanya berada pada bidang keagamaan, tetapi juga berkembang dalam seni dan olahraga.

“Pelaksanaan Porsadin ini dalam rangka menggali potensi para santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah. Cabang yang dilombakan sekarang semakin banyak, bukan hanya bidang agama seperti pidato bahasa Arab, bahasa Indonesia, sholawat dan zikir, tetapi juga ada olahraga seperti bulu tangkis, tenis meja, atletik dan lainnya,” ujar Suhardi.

Lebih jauh, ia menilai pendidikan MDTA memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Pembelajaran agama yang diberikan di madrasah diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda dalam menjalani kehidupan sekaligus membangun akhlak yang baik.

“Jayalah negeri dengan budi pekerti menuju diniyah yang berprestasi,” kata Suhardi mengutip motto Porsadin.

Ia menjelaskan, melalui pendidikan MDTA, anak-anak sejak dini dibekali berbagai ilmu keagamaan, seperti Al-Qur’an Hadis, fikih, akidah akhlak, bahasa Arab, tajwid serta ilmu agama lainnya.

Menurut Suhardi, Porsadin tidak sekadar menjadi ajang mencari juara. Lebih dari itu, kompetisi tersebut menjadi sarana untuk menemukan bibit-bibit potensial dari madrasah diniyah yang nantinya dapat dikembangkan ke tingkat lebih tinggi.

“Ini merupakan upaya kita menggali potensi. Setelah potensi mereka tergali, mereka dibawa dalam kompetisi di tingkat kota. Insya Allah nanti dapat dibawa ke tingkat provinsi,” jelasnya.

Ia berharap prestasi yang diraih para santri Pekanbaru nantinya tidak berhenti di tingkat kota. Para peserta terbaik diharapkan mampu mengharumkan nama Pekanbaru pada tingkat provinsi bahkan nasional.

“Kita berharap melalui Porsadin ini, setelah mengharumkan nama Kota Pekanbaru, ke depan bisa mengharumkan nama Pekanbaru di tingkat provinsi bahkan tingkat nasional,” tegas Suhardi.

Penyelenggaraan Porsadin VI tahun ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Kantor Kemenag Kota Pekanbaru,

Pemerintah Kota Pekanbaru, pemerintah kecamatan hingga Universitas Lancang Kuning sebagai lokasi utama pelaksanaan kegiatan.

Dukungan lintas sektor tersebut diharapkan semakin memperkuat pembinaan santri MDTA, sehingga pendidikan keagamaan dapat berjalan seiring dengan pengembangan bakat, kreativitas dan prestasi generasi muda di Kota Pekanbaru***(Jondri. A)