MEDAN,Beninginfo.com –Aktivitas pembuatan bahan konstruksi berupa beton coran di Jalan Baru, Lingkungan 15, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan milik Perusahaan Pangeran Beton bikin resah warga. Selain beroperasi di lingkungan pemukiman warga, pabrik pembuatan coran tersebut juga berdiri dekat Sekolah Dasar (SD) Negeri 066429 Marelan.
Warga khawatir rumah retak dan kesehatan terganggu. Aktivitas belajar SDN 066429 juga ikut terdampak
Keresahan warga berkaitan erat dengan getaran kuat yang ditimbulkan mesin pencetak dan aktivitas pengecoran perusahaan tersebut. Selain itu, polusi udara turut menjadi ancaman serius bagi warga sekitar.
Seorang warga yang ditemui awak media di sekitar lokasi menyebut keresahan akibat dampak lingkungan berupa getaran dan polusi udara yang berdampak langsung dengan lingkungan sekitar lokasi pembuatan beton coran itu.
“Kami resah lah bang, kan getaran nya kuat kali lah bang. Takutnya bangunan rumah kami bisa retak dan kesehatan warga sini bisa terganggu bang, soalnya pembuatan beton coran itu berbahan semen yang berpotensi mencemari udara,” kata pria paruh baya yang tak bersedia menyebut namanya. Kamis (27/8/2026).
Bahkan katanya, bukan cuma warga saja yang keberatan, pihak SD Negeri 066429 juga keberatan.
“Iya, kabarnya mereka juga keberatan bang, karena murid-murid terganggu saat perusahaan sedang beroperasi. Getaran nya buat murid tak konsentrasi belajar, apalagi sekolah itu tepat berada di belakang pabrik coran itu,” ungkapnya.
Dikatakannya, setiap kali mesin perusahaan beroperasi, lantai dan meja di ruang kelas ikut bergetar. Akibatnya siswa menjadi panik dan tidak fokus menerima pelajaran.
Warga berharap ada perhatian dari pihak perusahaan maupun pemerintah agar aktivitas industri tidak menimbulkan kekhawatiran warga dan mengorbankan kenyamanan murid-murid belajar.
“Kami hanya ingin bisa tinggal dengan tenang dan anak-anak bisa belajar dengan nyaman. Kalau terus begini kasihan anak sekolah,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Pangeran Beton terkait keluhan tersebut.
Upaya konfirmasi kepada pihak perusahaan dan instansi terkait masih dilakukan.***(Ari Wibowo)

















