Tampa Plang Nama dan Izin , Gudang Tangki Di Marelan Pasar 1 Jadi Teka Teki Warga 

Diduga gudang penimbunan BBM jenis solar di jalan Marelan pasar 1 lingkungan v Medan Marelan

Marelan,beninginfo.com  – – Di tengah padatnya permukiman warga Jalan Marelan Pasar I Tengah, Lingkungan V, Kelurahan Tanah Enam Ratus, berdiri sebuah gudang mencolok. Catnya biru putih. Isinya: mobil tangki industri hilir mudik setiap hari.Yang buat janggal? Tidak ada papan nama, Tidak ada identitas pemilik.

Warga mulai curiga. Gudang yang sudah lama beroperasi itu diduga kuat bukan sekadar tempat parkir tangki. Dugaan mengarah ke satu hal: penimbunan BBM jenis solar ilegal

Pantauan di lapangan, Rabu (26/8/2026), aktivitas keluar masuk mobil tangki hampir tiap hari. Tapi begitu ditanya, semua tutup mulut.

“Gudang itu sudah lama ada. Tangkinya keluar masuk terus. Kalau soal minyak, saya nggak tahu Pak. Kami bukan orang dalam”, ujar seorang pedagang perempuan yang lapaknya tak jauh dari lokasi.Pernyataan berkelit itu justru menambah tanda tanya besar.

Saat dikonfirmasi, Kepling V Kelurahan Tanah Enam Ratus, Harika, mengaku sudah bertanya ke penjaga gudang. Jawabannya standar.

“Katanya cuma sewa buat parkir mobil tangki. Dipastikan tidak ada penimbunan minyak di situ”, kata Harika.

“Cuma parkir”? Tapi kenapa harus sembunyi-sembunyi? Kenapa tidak ada plang perusahaan? Dan kenapa lokasinya persis di tengah pemukiman padat penduduk?

Pertanyaan-pertanyaan itu kini menggantung dan membuat warga resah. Bayangkan jika terjadi kebocoran, kebakaran, atau ledakan. Satu lingkungan bisa jadi korban.Keresahan warga akhirnya sampai ke satu titik: mendesak aparat bergerak.

Warga dan berbagai pihak berharap Polres Pelabuhan Belawan segera turun tangan. Geledah. Periksa. Bongkar apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu gudang biru putih itu.

Karena jika benar ini gudang penimbunan solar ilegal, maka ini bukan hanya soal pelanggaran hukum. Ini soal nyawa warga yang tinggal di sekitarnya. Sudah saatnya misteri gudang Marelan Pasar I dibongkar. Sebelum terlambat.***(Ari Wibowo).