Ditinggal Penjaga ke Masjid, Kantor Balai Penyuluh Pertanian di Rohul Ludes Dilalap Api

Api melalap kantor lama Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di Rohul.

BENINGINFO.COM , ROHUL – Kantor lama milik Balai Penyuluh Pertanian (BPP) yang berada di Desa Rambah, Rambah Hilir, Rohul terbakar pada Selasa (25/8/2026) malam.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun sejumlah alat pertanian hangus terbakar.

“Kejadiannya tadi malam sekitar jam setengah delapan,” kata Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra melalui Kapolsek Rambah Hilir Iptu Okto Wahyudi, Rabu (26/8/2026).

Di dalam bangunan tersebut sejumlah alat pertanian tersimpan. Seperti satu unit mesin air, satu unit genset mini. Ada juga beragam pestisida, dan logistik pertanian lainnya.

Belum diketahui penyebab kebakaran. Namun, sumber api diperkirakan berasal dari bagian belakang bangunan. Hal ini didapat dari keterangan beberapa saksi.

Elisari, seorang penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang tinggal di sekitar bangunan mengatakan, malam itu saat berada di ruang, ia kedatangan dua orang. Keduanya ternyata menyampaikan adanya api dibagian belakang kantor BPP tersebut.

Mendengar kabar tersebut, wanita 49 tahun ini pun keluar rumah untuk melihat api. Benar saja, kobaran api sudah terlihat melalap gedung. Ia pun minta tolong ke warga sekitar untuk memadamkan api.

Warga berupaya memadamkan api dengan alat seadanya seperti ember. Upaya warga tersebut tidak cukup untuk memadamkan api. Alhasil, api melahap seluruh bangunan permanen tersebut termasuk kosen dan atap.

Bangunan tersebut sebenarnya dihuni seorang warga bernama Kirno. Namun, pria 64 tahun tersebut saat kebakaran sedang berada di masjid.

Kirno berangkat ke masjid sekira pukul 18.20 WIB dan setelah salat magrib tidak pulang ke rumah namun menunggu salat isya.

“Api sudah dipadamkan hingga bangunan habis terbakar,” kata Iptu Okto Wahyudi.

Sekitar pukul 20.30 WIB, dua unit mobil Dinas Pemadam Kebakaran tiba di lokasi. Pemadaman pun dilakukan terhadap api yang masih menyala. Hingga pukul 21.00 WIB, api berhasil dipadamkan. (Ari)