Majelis Taklim Lipatkain Selatan Peduli, Salurkan Rp11 Juta dan Pakaian untuk Ponpes Syekh Burhanudin

Foto, ibu-ibu Majelis Taklim se-Desa Lipatkain Selatan bersama pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Burhanudin Kuntu

KAMPAR KIRI, Beninginfo.com – Kepedulian terhadap korban kebakaran Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Burhanudin Kuntu terus mengalir. Kali ini, perhatian datang dari gabungan ibu-ibu Majelis Taklim se-Desa Lipatkain Selatan, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar.

Pada Selasa (25/8/2026), rombongan Majelis Taklim Desa Lipatkain Selatan mendatangi Ponpes Syekh Burhanudin yang berada di Desa Kuntu Darussalam.

Selain bersilaturahmi, mereka menyerahkan bantuan berupa uang tunai dan pakaian untuk membantu para santri yang terdampak musibah kebakaran.

Kehadiran rombongan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan empati atas kebakaran yang melanda sebagian besar asrama santri pada 10 Agustus 2026 lalu.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, musibah tersebut menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp3 miliar.

Bantuan yang diserahkan Majelis Taklim Desa Lipatkain Selatan merupakan hasil donasi dari para anggotanya. Total bantuan berupa uang tunai mencapai Rp11 juta, ditambah pakaian untuk kebutuhan para santri.

Ketua Majelis Taklim Desa Lipatkain Selatan, Henrawati Junaidi, melalui Bendahara Majelis Taklim, Camelia Devita, S.Pd, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya untuk meringankan beban pihak pesantren.

“Kami turut berduka atas musibah yang menimpa Ponpes Syekh Burhanudin. Kedatangan kami merupakan bentuk empati dan simpati untuk sedikit meringankan beban pengurus serta anak-anak santri dan santriwati,” ujar Camelia saat menyerahkan bantuan.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pesantren dan para santri, sekaligus membantu proses pemulihan pascakebakaran.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Syekh Burhanudin Kuntu, Buya Ahmad Junaidi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan Majelis Taklim Desa Lipatkain Selatan.

Menurutnya, kedatangan para ibu-ibu majelis taklim bukan hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi pengurus dan para santri untuk kembali bangkit.

“Kehadiran ibu-ibu menambah semangat dan menjadi nutrisi bagi kami. Mudah-mudahan kami tetap tegar dan yakin untuk bisa membenahi kembali asrama yang terdampak musibah,” ungkap Buya Ahmad.

Ia mengatakan, musibah tersebut juga membawa hikmah tersendiri karena membuka kesempatan bagi pihak pesantren untuk mempererat silaturahmi dengan berbagai kalangan yang datang memberikan dukungan.

“Seperti orang hanyut, buluh sedepa pun berharga, rumput sehelai pun diharapkan. Bagi kami yang sedang tertimpa musibah, apa pun yang diantarkan dan diberikan sangat berarti,” tuturnya.

Buya Ahmad turut mendoakan seluruh anggota Majelis Taklim Desa Lipatkain Selatan agar senantiasa mendapat perlindungan Allah SWT, dilapangkan rezeki, dimudahkan segala urusan, serta diberikan keberkahan atas bantuan yang diberikan kepada para santri ****(Jondri Agus)