Pemadaman Karhutla di Rimbo Panjang Terkendala Angin Kencang, Polres Kampar Pasang Police Line di Lokasi  

Tim gabungan berjibaku memadamkan karhutla di Rimbo Panjang, Kampar.

BENINGINFO.COM , KAMPAR – Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Tambang, Kampar cukup menyulitkan tim gabungan Manggala Agni dan TNI/Polri.

Kendati lokasi karhutla berada di pinggir jalan raya, namun petugas harus berjibaku menaklukkan titik api di lahan gambut di tengah gangguan angin kencang.

Tim gabungan memusatkan kekuatan untuk pemadaman karhutla diantara Jalan Perwira dan Jalan Keluarga, Dusun II Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Kamis (20/8/2026) pagi.

Lokasi ini tercatat pada koordinat 0.426282, 101.318764, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 5 hektar berupa tanah gambut tebal yang tertutup semak belukar.

Operasi penanganan dikerahkan secara massif. Pasukan lapangan dikerahkan berjumlah 27 personel, terdiri dari 9 personel Polri, 9 personel TNI, dan 9 personel ahli pengendali kebakaran dari Manggala Agni.

Dukungan sarana prasarana disiapkan lengkap demi menembus kesulitan medan: 6 unit roda dua, 4 unit roda empat, 1 unit tangki air besar, 3 unit mesin ministrek, 3 unit nosel, serta 32 gulung selang ukuran 1,5 inci. Bahkan, dukungan udara berupa 1 unit helikopter Water Booming dikerahkan untuk memperkuat upaya pengejaran api yang sulit dijangkau.

Namun, tantangan di lapangan tidaklah ringan. Lokasi kebakaran meski dekat dengan akses jalan umum, dihambat oleh kondisi alam berupa arah angin yang kencang.

Hal ini membuat api menyebar cepat dan asap menghalangi pandangan, serta menyulitkan penyemprotan air secara efektif ke titik pusat kebakaran di lahan gambut. Identitas pemilik lahan saat ini masih dalam proses penelusuran lebih lanjut.

Strategi diterapkan menyeluruh: tim tidak hanya memadamkan api yang terlihat, namun juga melakukan blokade ketat pada lahan yang belum terbakar guna mencegah perluasan.

Selain itu, dipasang Police Line di sepanjang garis TKP sebagai batas resmi keamanan dan tanda penyekatan wilayah kejadian agar tidak dimasuki pihak yang tidak berkepentingan.

Menjelang sore pukul 17.30 WIB, kegiatan harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Persediaan air di lokasi dinyatakan sudah kering/habis, sementara sisa-sisa asap masih terlihat mengepul tanda potensi panas di dalam tanah. Maka diputuskan operasi pendinginan akan dilanjutkan kembali pada keesokan harinya. Meski demikian, kondisi keamanan di lokasi terpantau aman, terkendali, dan kondusif.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, menyampaikan pihaknya serius menanggapi setiap titik api di wilayah Kampar.

Meskipun dihadapkan pada medan gambut yang sulit dan angin yang menantang, sinergi antara Polri, TNI, dan Manggala Agni tetap solid bekerja.

“Kami kerahkan segala daya upaya, mulai dari peralatan darat hingga dukungan helikopter,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pemasangan Police Line dilakukan untuk ketertiban dan keamanan TKP.

Meski harus berhenti karena keterbatasan air, tim tetap waspada dan siap kembali melanjutkan pendinginan esok hari agar api benar-benar mati total.

“Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan yang berisiko tinggi ini,” tegas kapolres.

Kegiatan berjalan penuh kehati-hatian dan profesionalisme, dengan prioritas utama keselamatan personel serta keamanan wilayah. (Agus)