Menteri Lingkungan Hidup-PTPN IV PalmCo Luncurkan Gerakan Tanam 1,5 Juta Pohon

Foto. Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat serta jajaran Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) saat lakukan tanam pohon dalam gerakan penanaman 1,5 juta pohon (21-8-2026)

PEKANBARU, Beninginfo.com – PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo meluncurkan gerakan penanaman 1,5 juta pohon yang akan dilaksanakan secara bertahap di wilayah operasional perusahaan, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Sulawesi.

Peluncuran gerakan tersebut dipusatkan di PTPN IV Regional III, Pekanbaru, Riau, Jumat (21/8/2026), dan turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat serta jajaran Holding Perkebunan Nusantara III (Persero).

Program tersebut disebut menjadi bagian dari dukungan PTPN IV PalmCo terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat pemulihan dan pelestarian lingkungan melalui program penanaman 2 miliar pohon.

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia berharap langkah yang dilakukan perusahaan perkebunan negara itu dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya untuk ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Saya berterima kasih bahwa ada inisiatif dari perusahaan negara yang begitu membanggakan karena ikut memastikan keberlanjutan lingkungan,” ujar Jumhur kepada wartawan di Pekanbaru, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, kegiatan penanaman pohon di kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi, termasuk kawasan sempadan sungai, dapat menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi lingkungan tanpa mengabaikan keberlanjutan kegiatan ekonomi.

Ia juga mendorong perusahaan perkebunan swasta untuk melakukan langkah serupa sesuai dengan kondisi dan tanggung jawab masing-masing.

Direktur Aset Holding Perkebunan Nusantara III (Persero), Agung Setya Imam Effendi, mengatakan gerakan penanaman tersebut merupakan salah satu tindak lanjut transformasi di lingkungan PTPN Group.

Agung menyebut pihaknya terbuka untuk memperluas gerakan penghijauan serupa di lingkungan PTPN Group dengan pelaksanaan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa mengatakan target penanaman 1,5 juta pohon tersebut direncanakan terealisasi dalam kurun waktu tiga tahun.

Menurut Jatmiko, program itu merupakan upaya mengintegrasikan berbagai kegiatan penghijauan dan pemulihan lingkungan yang selama ini telah dilakukan di sejumlah wilayah operasional perusahaan.

PTPN IV PalmCo, kata dia, mengelola sekitar 648 ribu hektare perkebunan negara yang tersebar di sejumlah wilayah Sumatera hingga Sulawesi. Dari luasan tersebut, sekitar 27.057 hektare disebut telah teridentifikasi sebagai kawasan dengan nilai konservasi tinggi atau High Conservation Value (HCV), termasuk kawasan sempadan dan riparian sungai.

Jatmiko menjelaskan, kegiatan penanaman dan pemulihan kawasan lingkungan bukan merupakan program baru bagi perusahaan.

Sejumlah regional PTPN IV PalmCo sebelumnya telah melaksanakan penanaman pohon, pemulihan kawasan konservasi serta revegetasi di sekitar sempadan sungai.

Sejak dibentuk pada Desember 2023, PTPN IV PalmCo mencatat telah melakukan penanaman sekitar 211 ribu pohon dengan cakupan areal sekitar 2.116 hektare.

“Yang kami lakukan sekarang adalah menyatukan berbagai upaya tersebut dalam satu gerakan yang lebih besar. Hari ini kita mulai dengan 1,5 juta pohon. Besok dan tahun-tahun berikutnya, kita rawat dan kita lanjutkan,” kata Jatmiko.

Peluncuran program tersebut turut melibatkan Pemerintah Provinsi Riau dan kalangan akademisi Universitas Riau. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar kegiatan pemulihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, tetapi dapat dilakukan secara bersama-sama.

Jatmiko menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari keberlanjutan pemeliharaan dan perawatannya.

“Bersama Pak Menteri kita memulai. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi bagian dari upaya bersama yang lebih besar dalam menjaga lingkungan Indonesia,” ujarnya.

Program penanaman tersebut selanjutnya diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, dengan memperhatikan kondisi kawasan, keberlangsungan ekosistem serta manfaatnya bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.( Ari)