PEKANBARU,beninginfo.com – Siang tadi Mapolda Riau tidak seperti biasanya. Tidak ada sirine, tidak ada barisan apel. Yang ada justru cangkul, bibit pohon, dan obrolan hangat di sela tegukan kopi. jumat,(21/8/2026)
Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Kapolda Riau bersama Dr. Refly Harun, pakar hukum tata negara nasional, turun langsung menanam pohon di lingkungan Mapolda Riau. Gerakan sederhana ini menjadi pembuka dari diskusi yang jauh lebih besar tentang masa depan lingkungan dan keamanan di Provinsi Riau.
Usai menanam, suasana berlanjut ke studio mini podcast “Ngopi Yuk”. Di sana, dengan suasana santai, Kapolda dan Dr. Refly duduk berhadapan. Tidak ada podium resmi, tidak ada teks pidato. Hanya dua pemikiran besar yang bertemu sambil menyeruput kopi.
Tema yang diangkat berat, tapi dikemas ringan: Green Policing. Sebuah konsep yang menempatkan Polri tidak hanya sebagai penjaga Kamtibmas, tapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Banyak orang berpikir tugas polisi hanya di jalan raya dan kantor. Padahal kalau kita lihat, akar dari banyak persoalan keamanan itu dari lingkungan. Karhutla, banjir, konflik lahan, pencemaran sungai. Semua itu kalau dibiarkan akan jadi bom waktu sosial”, ungkap Kapolda Herry Heryawan dengan nada serius namun tetap santai.
Beliau menambahkan bahwa setiap pohon yang ditanam hari ini adalah investasi. Bukan hanya untuk oksigen, tapi juga untuk mencegah bencana dan menjaga stabilitas kehidupan masyarakat. “Polisi harus hadir sebelum masalah datang. Dan menjaga alam adalah bentuk pencegahan paling nyata”.
Gagasan itu langsung disambut oleh Dr. Refly Harun. Menurutnya, hukum dan lingkungan adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.
“Kita sering bicara soal keadilan. Tapi keadilan tidak akan pernah ada kalau alamnya rusak. Air kotor, udara tercemar, tanah tidak subur… siapa yang dirugikan? Rakyat kecil. Karena itu Green Policing ini penting. Ini memperluas makna keamanan”, jelas Refly.
Obrolan dalam podcast “Ngopi Yuk” mengalir dari satu topik ke topik lain. Mulai dari pentingnya regulasi yang tegas terhadap perusak lingkungan, peran masyarakat adat dalam menjaga hutan, sampai bagaimana generasi muda bisa dilibatkan lewat gerakan sederhana seperti tanam pohon.
Diskusi ini sengaja dikemas tidak kaku. Tujuannya agar pesan tentang lingkungan bisa sampai ke ruang-ruang publik, ke warung kopi, ke grup WA, dan ke layar HP anak muda.
Di akhir sesi, Kapolda menutup dengan kalimat yang mengena. *”Menjaga alam adalah tanggung jawab kita bersama. Pohon yang kita tanam siang ini mungkin baru setinggi lutut. Tapi 10 tahun lagi dia akan jadi peneduh. Begitu juga dengan gagasan. Hari ini kita bicara, semoga 10 tahun lagi jadi kebijakan yang melindungi Riau”.
Aksi tanam pohon dan podcast ini menjadi bukti bahwa menjaga keamanan di era sekarang butuh cara baru. Tidak hanya dengan patroli, tapi juga dengan cangkul. Tidak hanya dengan penegakan hukum, tapi juga dengan edukasi dan kolaborasi.
Karena pada akhirnya, polisi yang hebat adalah polisi yang tidak hanya menjaga jalanan tetap aman, tapi juga menjaga hutan tetap hijau, sungai tetap jernih, dan udara tetap bersih untuk anak cucu kita.***(Ari Wibowo)


















