Pekanbaru, Beninginfo.com — Universitas Riau (Unri) memperkuat komitmennya untuk mengambil peran strategis dalam mendukung kedaulatan pangan, energi, dan air di Provinsi Riau.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi pembahasan pelaksanaan program Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Unsolicited bersama Pemerintah Provinsi Riau dan PT Palma Pertiwi Makmur di Ruang Rapat Parlaungan Lantai III Kantor Bappeda Provinsi Riau, Kamis (13/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Unri diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Dr. Ir. Sofyan Husein Siregar, M.Phil., didampingi Andrian Perdana, SP., MAgrSc.
Audiensi ini merupakan tindak lanjut atas permohonan PT Palma Pertiwi Makmur kepada Pemerintah Provinsi Riau terkait rencana pelaksanaan program KPBU Unsolicited. Pembahasan mencakup sejumlah aspek strategis dalam pengelolaan dan pengembangan sektor pangan, energi, serta sumber daya air di Riau.
Unri Dorong Kebijakan Berbasis Data
Dalam forum tersebut, Unri menegaskan posisi perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha, khususnya dalam menyediakan dukungan berbasis data, riset, dan kajian ilmiah.
Unri menilai penguatan kedaulatan pangan, energi, dan air membutuhkan pemetaan kondisi awal atau baseline study, analisis potensi dan persoalan, serta kajian sektoral yang komprehensif.
“Unri melihat penguatan kedaulatan pangan, energi, dan air sebagai agenda strategis yang membutuhkan dukungan data dan kajian ilmiah yang kuat. Unri sebagai perguruan tinggi harus mampu memberikan kontribusi nyata melalui baseline study dan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan secara tepat dan terukur,” ujar Sofyan.
Audiensi tersebut turut melibatkan sejumlah perangkat daerah yang memiliki kewenangan dan keterkaitan dengan sektor pangan, perkebunan, peternakan, kelautan dan perikanan, lingkungan hidup dan kehutanan, energi dan sumber daya mineral, sumber daya air, serta riset dan inovasi daerah.
Keterlibatan lintas sektor tersebut membuka peluang bagi Unri untuk mengambil peran sebagai mitra keilmuan yang menjembatani kebutuhan pemerintah dan dunia usaha.
Melalui pendekatan evidence-based policy, perguruan tinggi dapat memberikan dukungan mulai dari penyediaan data dasar, pemetaan potensi dan tantangan, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Kajian Akademik Ditargetkan Berujung pada Kebijakan Aplikatif
Unri menekankan bahwa kontribusi perguruan tinggi dalam program tersebut tidak boleh berhenti pada penyusunan kajian akademik.
Hasil penelitian dan kajian diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang aplikatif sehingga dapat membantu pemerintah mengambil keputusan pembangunan secara lebih terukur.
Dengan pendekatan tersebut, hasil kajian akademik diharapkan dapat diterjemahkan menjadi langkah strategis yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan Provinsi Riau.
Sofyan berharap keterlibatan Unri dalam agenda tersebut semakin memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai pusat pengetahuan, riset, dan inovasi yang mampu memberikan dukungan akademik kepada pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya.
“Dengan dukungan data, riset, dan kajian yang kuat, perguruan tinggi dapat ikut memastikan kebijakan pembangunan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga memiliki dasar ilmiah dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Riau,” ujarnya. ***

















