KARO,beninginfo com -– Warga Desa Amburidi, Kecamatan Kuta Buluh, Kabupaten Karo angkat suara. Mereka menyoal penggunaan Dana Desa sejak 2017 hingga 2024 yang diduga kuat sarat Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN). Informasi ini terungkap saat kru media menerima keluhan langsung dari warga setempat pada Jumat (07/08/2026).
Menurut warga, berbagai proyek pembangunan di Desa Amburidi dikerjakan asal-asalan. Bukan hanya kualitasnya diragukan, tapi juga disinyalir ada mark up anggaran. Kuat dugaan, praktik itu dilakukan oknum perangkat desa untuk meraup keuntungan dari dana yang seharusnya untuk rakyat.
PROYEK JUT 4 KM RP122 JUTA JADI SOROTAN
Salah satu proyek yang paling disorot adalah Pembukaan Jalan Usaha Tani (JUT) Tahun 2023. Anggarannya tercatat Rp122.658.000 untuk panjang 4.000 meter atau 4 KM. Namun warga membantah.
“Itu bohong bang. Sebelumnya jalan itu sudah dikerjakan sepanjang 2 KM. Tiba-tiba di laporan jadi 4 KM. Jelas-jelas itu mark up,” ujar salah satu warga yang meminta namanya dirahasiakan.
Warga menilai proyek tersebut dikerjakan asal jadi tanpa pengawasan. Kualitasnya pun dipertanyakan.
KEPALA DESA BUNGKAM, ALASAN SAKIT, Saat dikonfirmasi pada Jumat (07/08/2026), Kepala Desa Amburidi, Sukendi Perangin Angin memilih bungkam.
“Saya kurang sehat bang,” jawab singkat Kades lewat sambungan telepon.
Jawaban itu justru memicu kemarahan warga. Mereka menilai ini bentuk penghindaran tanggung jawab.
“Setiap ditanya soal dana desa jawabannya selalu begitu. Kalau sehat baru mau jawab? Ini uang rakyat, bukan uang pribadi!” ketus warga lainnya.***(Ari Wibowo )
WARGA TUNTUT APH USUT TUNTAS

















