Polsek Ujung Batu Ngopi Bareng Warga,Bahas Narkoba Sampai Knalpot Brong

Kapolsek Ujung Batu Kompol Buyung Kardinal,SH,.MH Bersmaa Warga 01 RW 03, Kelurahan Ujungbatu. FOTO : Dokumen

BENINGINFO.COM,ROKAN HULU, – Pemandangan tak biasa terlihat di RT 01 RW 03, Kelurahan Ujungbatu. Tidak ada barisan apel, tidak ada podium. Yang ada hanya meja kayu, kursi plastik, dan tawa warga yang duduk melingkar bersama polisi. Rabu,(4/11/2026).

Itulah Kumpul Bersama Masyarakat, program Quick Wins Bapak Kapolri yang digelar Polsek Ujung Batu, Polres Rokan Hulu. Polisi turun langsung, duduk sejajar dengan warga, dan mendengarkan apa yang selama ini dirasakan masyarakat.

Kompol Buyung Kardinal, SH,.MH Kapolsek Ujung Batu membuka pertemuan dengan ucapan terima kasih yang tulus. Baginya, kehadiran warga Pagi itu adalah bukti bahwa kepercayaan kepada Polri masih sangat kuat.

“Keamanan itu bukan hanya tugas polisi. Ini tugas kita semua,” begitu pesan yang mengalir dalam pertemuan itu.

Suasana yang awalnya santai perlahan berubah menjadi serius saat Kapolsek mengajak warga untuk menjaga Kamtibmas di lingkungannya masing-masing. Ia meminta agar siskamling yang sempat redup kembali dihidupkan. Menurutnya, ronda malam adalah benteng pertama yang paling ampuh untuk mencegah kejahatan.

Warga juga diminta untuk tidak takut melapor. Jika ada tindak pidana, langsung laporkan ke Polsek Ujung Batu. Jangan dibiarkan, jangan ditutupi. Polisi siap menindaklanjuti.

Kemudian pembahasan masuk ke isu yang sedang viral: penipuan segitiga di media sosial. Kapolsek mengingatkan warga agar lebih waspada. Jangan tergiur harga murah. Jika ingin membeli barang, gunakan jalur resmi. Sekali tertipu, uang hilang, barang tidak datang.

Lalu suasana semakin tegas saat topik narkoba dibahas. Dengan nada serius, Kapolsek meminta dukungan penuh dari masyarakat. Jika ada yang tahu ada pelaku atau pengedar narkoba yang tinggal di lingkungan mereka, segera beri informasi ke polisi. Jangan takut, identitas pelapor akan dilindungi.

“Perang melawan narkoba tidak bisa dimenangkan polisi sendirian. Kami butuh mata dan telinga dari masyarakat,” tegasnya Kompol Buyung kardinal.

Tak berhenti di situ, Kapolsek juga meminta Ketua RT 03 untuk mendata seluruh penghuni rumah kontrakan dan kos-kosan. Tujuannya jelas, agar diketahui latar belakang dan asal usul penghuninya. Lingkungan yang tertib dimulai dari data yang jelas.

Dalam pertemuan itu, Kapolsek juga memberikan edukasi hukum yang jarang diketahui warga. Dalam KUHP baru, batas kerugian untuk tindak pidana ringan, khususnya pencurian ringan, paling banyak Rp 500.000 sudah bisa diproses sebagai tindak pidana umum. Artinya, jangan anggap remeh pencurian kecil.

Pesan untuk para orang tua pun disampaikan dengan penuh kepedulian. Kapolsek meminta orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anaknya, khususnya yang sudah masuk usia remaja. Jangan sampai anak terlibat pergaulan bebas, balap liar, penggunaan knalpot brong, dan keluyuran hingga larut malam.

Sebagai penutup, Kapolsek mengingatkan bahwa sejak 26 Oktober s/d 8 November 2026, Polri menggelar Operasi Patuh secara terpusat. Ia mengimbau pengendara roda dua untuk selalu menggunakan helm dan tidak menggunakan knalpot brong. Keselamatan jauh lebih penting daripada gaya.

Pertemuan pun ditutup dengan foto bersama. Warga pulang dengan wajah cerah dan informasi baru. Polisi pulang dengan membawa kepercayaan yang semakin besar.

Inilah Polri yang sesungguhnya. Tidak berjarak, tidak kaku, tapi hadir di tengah masyarakat. Melindungi, mengayomi, dan melayani, dari warung ke warung, dari hati ke hati.

 

Penulis   : Ari wibowo

Editor     : Redaksi