PEKANBARU, Beninginfo.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar mengambil langkah cepat menyikapi kejadian yang dialami sejumlah siswa SDN 044 Karya Indah, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, yang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (6/10/2026).
Sebanyak 12 siswa dilaporkan mengalami keluhan seperti gatal-gatal dan muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan MBG. Para siswa kemudian dibawa ke RSU Madani Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis.
Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., yang juga Ketua Satgas MBG Kabupaten Kampar, mengatakan pihaknya telah mengetahui kejadian tersebut dan menyampaikan keprihatinan atas kondisi yang dialami para siswa.
“Kami sangat menyayangkan kejadian yang dialami anak-anak kita. Tentu pemerintah Kabupaten Kampar akan mengambil langkah-langkah untuk melihat bagaimana sebenarnya pengolahan makanan di dapur SPPG,” kata Misharti saat ditemui Beninginfo.com di sela kegiatan wisuda STAI Al Azhar Pekanbaru, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, pemeriksaan akan dilakukan terhadap sejumlah aspek, termasuk kelengkapan perizinan, sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS), pengelolaan limbah, kebersihan lingkungan serta proses pengolahan makanan di SPPG.
Misharti mengatakan, pihaknya juga dijadwalkan mengunjungi SPPG yang menyediakan makanan tersebut serta melihat secara langsung kondisi para siswa yang sebelumnya mengalami keluhan kesehatan.
“Kami akan melihat bagaimana kondisi anak-anak di sekolah, apakah sudah normal atau masih ada yang mual dan muntah. Kami juga akan mendatangi puskesmas dan RSU Madani tempat anak-anak dirawat,” ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah daerah mendorong fasilitas kesehatan untuk memberikan pelayanan kepada siswa yang membutuhkan penanganan.
“Ini tanggung jawab kita untuk menjaga kesehatan anak-anak karena mereka adalah generasi kita ke depan yang harus kita pastikan sehat jasmani dan rohaninya,” katanya.
Terkait kemungkinan adanya tindakan terhadap SPPG, Misharti menegaskan langkah tersebut akan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan dan temuan dari pihak terkait.
“Seandainya kita temukan lingkungan tidak bersih sehingga makanan tidak aman untuk diolah di SPPG, maka Satgas MBG bisa mengeluarkan surat untuk suspend terlebih dahulu sampai menunggu hasil laboratorium dan perbaikan yang dilakukan SPPG,” jelasnya.
Ia menambahkan, biaya pengobatan para siswa yang mendapatkan perawatan di puskesmas maupun rumah sakit akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Kampar.
Misharti juga mengingatkan seluruh SPPG agar menjalankan proses penyediaan makanan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Sementara itu, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa belum dapat disimpulkan dan masih menunggu hasil pemeriksaan serta informasi dari pihak kesehatan terkait.
Pemkab Kampar memastikan penanganan terhadap para siswa menjadi prioritas, sekaligus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG agar keamanan dan kualitas makanan yang diterima peserta didik tetap terjaga.***(Jondri. A)















