Warga Diimbau Waspada, Harimau Diduga Sembunyi di Kebun Raya Universitas Pahlawan Bangkinang

Tim BBKSDA mengidentifikasi jejak harimau di Jalan Lingkar Bangkinang. Foto: BBKSDA Riau

BENINGINFO.COM , KAMPAR – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memastikan adanya satwa yang dilindungi yakni Harimau Sumatera berdasarkan identifikasi temuan jejak di Jalan Lingkar Bangkinang, Kampar.

Tim BBKSDA sudah turun ke lokasi menindaklanjuti laporan masyarakat serta video viral terkait jejak yang diduga Harimau Sumatera pada Ahad (1/11/2026).

Berdasarkan identifikasi dari sumber foto/video yang beredar, benar bahwa satwa tersebut seekor Harimau Sumatera,” Kabid Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, Selasa (3/11/2026).

Tim BBKSDA Riau melalui Resor Kampar telah berkoordinasi dengan seorang warga setempat bernama Muhammad Yunus (40).

Tim kemudian secara bersama melakukan mitigasi dan identifikasi lapangan.

Dalam proses pengecekan di lapangan, tim menemukan jejak baru di sekitar lokasi awal perjumpaan jejak.

Dari ukuran tapak kaki, diperkirakan satwa tersebut berusia remaja dan terarah masuk ke dalam kawasan Hutan Kebun Raya milik Universitas Pahlawan Bangkinang.

Tim juga berkoordinasi langsung dengan pihak Universitas Pahlawan Bangkinang mengingat lokasi penemuan jejak dikelilingi oleh pemukiman warga serta terdapat kandang ternak (ayam dan kambing) milik kampus.

Kondisi kebun raya yang berupa semak belukar dinilai sangat berpotensi menjadi tempat persembunyian satwa liar tersebut.

Sebagai langkah antisipasi keselamatan, tim memberikan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat dan pegawai Universitas Pahlawan Bangkinang agar senantiasa berhati-hati dalam beraktivitas di luar rumah.

Mengingat karakteristik lokasi dan potensi kemunculan kembali satwa, tim menghimbau kepada masyarakat dan pihak kampus untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas atau survei ke dalam area Kebun Raya Universitas Pahlawan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Tim melakukan pengambilan dokumentasi serta titik koordinat sebagai dasar untuk tindakan mitigasi lebih lanjut,” beber Ujang Holisudin.

Untuk mengetahui pergerakan Harimau Sumatera, BBKSDA Riau akan memasang kamera trap dan melakukan penilaian resiko konflik satwa liar sebagai upaya penetapan tindakan dan mitigasi lebih lanjut. (*)

Penulis: Jondri Agus

Editor: Ihsanul