BENINGINFO.COM , KAMPAR – Polisi membekuk seorang pria berinisial Buyung (37) karena melakukan pengancaman bunuh terhadap wanita berinisial Mai, warga Desa Bencah Kelubi, Kecamatan Tapung, Kampar.
Sebelumnya antara pelaku dan korban menjalin hubungan asmara. Namun belakangan korban memutus hubungan dan tidak diterima oleh pelaku sehingga melakukan pengancaman
“Pelaku ditangkap di Desa Penghidupan Kecamatan Kampar Kiri Tengah,” ujar Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S melalui Kapolsek Tapung Kompol Y E Bambang Dewanto, Jumat (30/10/2026l.
Ia menjelaskan, pelaku mengirim pesan WhatsApp kepada korban dengan ancaman akan membunuh.
Pelaku mengancam mendatangi korban di tempat kerjanya dan menusuk siapapun yang mendekat.
Jika korban tidak membalas pesan WhatsApp tersebut, pelaku akan kembali mengirim pesan.
“Kau akan ku tikam siapapun yang akan menghalang-halangi ikut jadi korban, kau selamatkan diri kau dari sekarang selanjutnya niatku cuma ingin membunuh mu”.
Tidak lama pelaku kembali mengirimkan pesan yang mengatakan “Sudah siap kau mati di tanganku”.
“Korban juga mengalami teror seperti rumahnya dilempar batu dan mengikuti korban menggunakan sepeda motor dan melakukan pemukulan kepada korban,” beber kapolsek.
Tidak tahan dengan teror dan ancaman tersebut korban langsung melapor ke Polsek Tapung.
“Usai menerima laporan, anggota langsung melacak keberadaan pelaku dan diketahui saat itu berada di Desa Penghidupan Kecamatan Kampar Kiri Tengah,” terang kapolsek.
Selanjutnya, Kanit Reskrim Polsek Tapung IPTU Syahrial diperintahkan untuk menangkap pelaku. Pada Kamis (29/10/2026) sekira pukul 08.00 WIB dipimpin Panit Opsnal Reskrim AIPTU Benny Reja melakukan penyelidikan.
“Tim berhasil menangkap pelaku di Desa Penghidupan dan setelah dilakukan interogasi pelaku mengakui telah melakukan pengancaman pada korban melalui pesan WhatsApp dan secara langsung,” jelas Kompol Bambang.
Pelaku saat itu menggunakan pipa besi namun dibuangnya di sekitar rumah korban. Pelaku juga mengakui sudah beberapa kali melempar rumah korban pada dini hari yang mengakibatkan kaca jendela rumah pecah.
“Pelaku juga melakukan pemukulan dari belakang saat korban mengendarai motor dengan saudaranya. Motif pelaku karena ada unsur sakit hati korban tidak mau menjalin hubungan dengannya,” tuturnya. (*)
Penulis: Agus
Editor: Ihsanul


















