Gelap !! PT Awiga Satria Wibawa Garap Proyek 18 M Dilangkat Tampa Plang Proyek 

Lokasi proyek yang di kerjakan PT awiga satria wibawa Tampa plang plang pengumuman proyek

LANGKAT,beninginfo.com   – Gawat! Proyek pengaspalan Jalan Lintas Kuala – Simpang Marike senilai Rp18 Milyar diduga dikerjakan secara “siluman”.

Proyek yang digarap PT Awiga Satria Wibawa berkantor di Desa Tanjung Merahe B, Kec. Selesai itu, sampai hari ini tidak memasang papan informasi proyek di lokasi. Nol. Kosong.

Kondisi ini jelas melanggar UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Publik berhak tahu: dari mana dananya, berapa volumenya, berapa lama pengerjaannya, dan siapa pengawasnya.

“Ini namanya Proyek Siluman,” cetus salah seorang warga yang ditemui awak media, Senin (7/9).

Warga mengaku bersyukur dan mengapresiasi perhatian Gubernur Sumut Bapak Bobby Nasution yang sudah memprogramkan pengaspalan di desa mereka. Selama ini mereka sudah muak makan debu tiap hari dan becek lumpur saat hujan.Tapi di balik apresiasi itu, ada kekecewaan besar.

“Kami berterima kasih Pak Gubernur. Tapi kami menyayangkan cara kerjanya yang tertutup. Tidak ada transparansi sama sekali. Bagaimana kami bisa mengawasi kalau papan proyek saja tidak ada?” ujarnya.

Warga khawatir, tanpa pengawasan publik, proyek ini dikerjakan asal-asalan, tidak sesuai RAB dan SOP. Masyarakat Kabupaten Langkat kini menuntut.

Pertama, meminta Bapak Gubernur Sumut Bobby Nasution memerintahkan Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya untuk langsung turun ke lapangan dan memeriksa pekerjaan ini.

Kedua, mendesak PT Awiga Satria Wibawa segera memasang papan proyek. Jangan ada yang ditutup-tutupi.

“Kalau anggarannya 18 Milyar dan sesuai aturan, untuk apa ditutup-tutupi? Pasang papannya. Biar kami warga juga bisa ikut mengawasi,” tegas warga.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, warga meminta aparat penegak hukum dan Inspektorat segera melakukan pemeriksaan dan menindak tegas sesuai aturan. Jangan sampai niat baik membangun jalan, justru mencoreng kepercayaan publik karena dikerjakan dengan cara-cara gelap.