BENINGINFO.COM , PEKANBARU – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali dilaksanakan di Provinsi Riau sebagai satu upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penyemaian awan pada Kamis (27/8/2026) menyasar sejumlah wilayah yang dinilai membutuhkan tambahan curah hujan.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan, pelaksanaan OMC dilakukan sebanyak dua sortie penerbangan.
“Operasi tersebut disesuaikan dengan kondisi atmosfer dan keberadaan awan potensial di wilayah sasaran,” ujar Ferdian, Kamis malam.
Penerbangan pertama menggunakan pesawat Cessna Caravan 208 registrasi PK-SNM. Penyemaian dilakukan mulai pukul 15.20 hingga 17.20 WIB dengan sasaran blocking area di Kabupaten Pelalawan dan Kepulauan Meranti.
Dalam penerbangan tersebut, pesawat beroperasi pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 12.000 kaki dengan membawa satu ton atau 1.000 kilogram natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai.
Operasi dilanjutkan melalui sortie kedua pukul 18.30 hingga 20.30 WIB. Penyemaian kali ini diarahkan ke wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai, dengan ketinggian penerbangan yang sama, yakni sekitar 8.000 hingga 12.000 kaki.
Sebanyak 1.000 kilogram NaCl kembali dibawa dalam penerbangan kedua untuk mendukung proses penyemaian awan. Namun, pelaksanaan penyemaian tidak dilakukan secara sembarangan karena tim terlebih dahulu mempertimbangkan perkembangan atmosfer serta potensi pertumbuhan awan di wilayah sasaran.
Penyemaian diarahkan pada awan-awan yang dinilai memiliki potensi untuk tumbuh dan menghasilkan hujan. Tambahan curah hujan diharapkan dapat membantu membasahi lahan yang kering sekaligus mengurangi risiko api berkembang lebih luas.
Ferdian menjelaskan, OMC merupakan satu langkah yang ditempuh pemerintah untuk memperkuat penanganan karhutla Riau. Upaya tersebut menjadi semakin penting di tengah kondisi musim kemarau dan masih ditemukannya kebakaran di sejumlah daerah.
Menurutnya, OMC tidak berdiri sendiri dalam penanganan karhutla. Operasi tersebut berjalan beriringan dengan pemadaman di darat, penyekatan area kebakaran, pemantauan titik panas, serta berbagai langkah pengendalian lainnya. (Hadi)

















