BENINGINFO.COM , ROHUL – Siswa di Rokan Hulu kembali mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Jumat (28/8/2026). Kebijakan Disdikpora Rohul itu terkait dengan kondisi udara mulai membaik.
Kepala Disdikpora Rohul, Alreza Ahyu SE MSi Ak mengatakan, perubahan pola pembelajaran dari PJJ ke PTM di seluruh satuan pendidikan dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik.
“Hal paling utama adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik, namun proses pembelajaran tetap harus berjalan. Karena itu, setiap kebijakan akan kita sesuaikan perkembangan kondisi kualitas udara di Rohul,” ungkap Alreza Ahyu.
Kebijakan kembali PTM tertuang dalam SE Kepala Disdikpora Rokan Hulu Nomor 300.2.1/DISDIKPORA-Set/2 tentang Kewaspadaan dan Langkah Antisipasi Dampak Kabut Asap bagi Satuan Pendidikan di Kabupaten Rokan Hulu.
SE tersebut ditetapkan di Pasirpengaraian pada 27 Agustus 2026 dan ditujukan kepada Koordinator Pendidikan Kecamatan serta kepala satuan pendidikan PAUD, SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Rohul.
Dalam surat edaran itu disebutkan, keputusan mengembalikan pembelajaran ke sekolah diambil setelah kondisi kualitas udara Rohul menunjukkan perkembangan yang semakin membaik. Selain itu, berdasarkan data BMKG per 27 Agustus 2026, tidak terdapat titik api di wilayah Kabupaten Rohul.
Menurut Alreza, kebijakan PJJ sebelumnya merupakan langkah antisipasi untuk melindungi peserta didik dari paparan kabut asap ketika kondisi kualitas udara belum memungkinkan untuk pelaksanaan PTM.
Alreza meminta seluruh sekolah tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan kualitas udara, mengingat potensi terjadinya kembali kabut asap, baik akibat Karhutla maupun asap kiriman dari kabupaten tetangga
Ia mengingatkan pihak sekolah mengurangi kegiatan di luar ruangan. Kondisi udara dan cuaca akan terus dipantau guna memastikan proses pembelajaran berlangsung aman dan nyaman bagi peserta didik. (Ari)

















