Kadisdik Riau Bantah Terbitkan SE Pembelajaran Daring Terkait Kabut Asap Karhutla

Kepala Disdik Riau, Erisman Yahya.

BENINGINFO.COM , PEKANBARU – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya membantah pihaknya mengeluarkan surat edaran terkait pembelajaran daring karena kabut asap karhutla.

“Tak ada. Tak benar. Itu bukan surat dari Disdik Riau, dan yang tertera di surat itu bukan tanda tangan saya,” kata Erisman, Selasa (25/8/2026).

Beredarnya Surat Edaran (SE) yang ditujukan kepada Kepala Satuan Pendidikan Negeri dan Swasta SMA, SMK, SLB Sederajat terkait penyesuaian kegiatan pembelajaran akibat penurunan kualitas udara, dipastikan tidak benar atau hoaks.

Dikatakan Erisman, Disdik Riau masih menunggu arahan Plt Gubernur Riau terkait kebijakan kegiatan belajar mengajar bagi pelajar tinggat SMA se derajat di Riau.

“Masih kita tunggu arahan dari pak Plt Gubernur. Sambil mengkaji data kualitas cuaca. Nanti kalau memang ada kebijakan daring, pasti akan disampaikan,” katanya.

Untuk diketahui, beredar Surat Edaran Nomor : 400.3/Disdik/1.1/2796/2026 Tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran Akibat Penurunan Kualitas Udara di Provinsi Riau.

Dalam SE tersebut, disebutkan kegiatan pembelajaran pada Rabu, 26 Agustus 2026 tetap dilaksanakan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)/daring dari rumah.

Peserta didik tidak perlu hadir ke sekolah dan tidak diperkenankan mengikuti kegiatan sekolah lainnya yang mengharuskan hadir secara langsung.

Sebelumnya Plt Gubri SF Hariyanto mengaku telah meminta instansi terkait untuk mengumpulkan data kualitas udara sebagai dasar pengambilan kebijakan.

“Kita minta Pak Sekda untuk cek dulu data situasi dan kondisinya betul-betul. Kalau datanya sudah mengganggu, dan harus meliburkan sekolah, kita akan liburkan,” kata SF Hariyanto, Senin (24/8/2026).

Dikatakan SF Hariyanto, data tersebut diharapkannya dapat diserahkan hari ini, sehingga dapat dikeluarkan keputusan pada besok hari.

“Kalau asapnya memang tinggi kita segera liburkan sekolah. Karena melihat cuaca seperti ini saja tidak bisa menentukannya. Harus ada data, ada hitung-hitungannya sebagai dasar. Yang penting kita ada dasarnya,” ungkapnya. (Hadi)