Rakor Pendidikan Ujung Batu, Saatnya Turun Gunung, Satgas Lintas Sektor Dibentuk Cegah Kenakalan Remaja 

Kadisdikpora Rohul Alreza Ahyu,camat ujung batu Sigit beserta anggota rapat rakor pendidikan berpoto bersama,Senin 24/8/2026

UJUNG BATU,beninginfo.com – Seharusnya jam belajar adalah waktunya anak-anak duduk di kelas. Tapi kenyataan di lapangan masih berbeda. Masih ada pelajar yang kedapatan nongkrong di Stadion Ujung Batu. Ada yang keliling kecamatan dengan knalpot brong. Bahkan ada yang terlibat tawuran dan perilaku tidak pantas lainnya.Potret ini yang menjadi tamparan keras dalam Rapat Koordinasi Pendidikan Kecamatan Ujung Batu, Senin (24/8/2026).

Rakor bertema “Mewujudkan Pendidikan Berkualitas dan Berakhlak Mulia di Kecamatan Ujung Batu” ini menegaskan satu hal: membangun pendidikan berkualitas tidak cukup hanya dari ruang kelas.

Forum yang digelar di kantor Kecamatan ini dihadiri jajaran penting. Mulai dari Kadindikpora Rokan Hulu Alreza Ahyu, Camat Ujung Batu Sigit Pranjoro, perwakilan Polsek Ujung Batu Sintong Panjaitan, Danramil, Kepala KUA Ari Yusmanto, Ketua LAM Dahnil, para Kepala Sekolah SD-SMP, organisasi pemuda, hingga tokoh masyarakat.

Semua sepakat. Masalah kenakalan remaja tidak bisa ditimpakan ke pundak guru saja.

“Ini PR kita bersama. Sekolah, pemerintah, aparat, orang tua, tokoh agama, tokoh adat. Kalau tidak gotong royong, masalah ini tidak akan selesai”, tegas Camat Sigit Pranjoro membuka diskusi.

Ia berharap rakor ini melahirkan langkah konkret, bukan hanya jadi catatan rapat.

Kadindikpora Rohul Alreza Ahyu menyoroti akar masalahnya. Menurutnya, banyak pelajar yang berkeliaran di luar jam sekolah karena tidak ada kegiatan yang menarik mereka.

“Energi anak muda itu besar. Kalau di sekolah tidak disalurkan, ya larinya ke jalan. Maka sekolah harus jadi tempat yang menyenangkan. Perbanyak kegiatan positif seperti tahfiz, futsal, bulu tangkis, pramuka”jelas Alreza

Ia juga menekankan, pembinaan tidak boleh berhenti di gerbang sekolah. Masjid, lapangan, karang taruna, dan rumah ibadah harus ikut jadi “kelas” kedua bagi anak-anak.

Dari sisi penegakan, Polsek Ujung Batu menyatakan siap bersinergi penuh. Sintong Panjaitan menyebut pihaknya saat ini juga fokus menertibkan balap liar dan penggunaan knalpot brong yang sudah meresahkan warga dan rawan memicu kenakalan.

Diskusi memanas ketika Ketua PGRI Ujung Batu Abdul Maza mengajukan gagasan besar: membentuk Satgas Lintas Sektor.

Gagasannya sederhana tapi kuat. Satgas ini beranggotakan gabungan dari Dinas Pendidikan, Kecamatan, Polisi, TNI, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Pemuda, dan Masyarakat.

Tugas utamanya dua, mengawasi dan membina. Sasaran utamanya adalah titik-titik yang selama ini jadi “magnet” pelajar di jam sekolah.

“Ada 3 lokasi yang harus jadi perhatian kita bersama: Stadion Ujung Batu, kawasan PTPN, dan sekitar SDN 006 Ujung Batu”, usul Kepala SMKN 1 Ngaso Sardeni yang langsung diamini peserta.

Usulan Satgas ini mendapat dukungan luas. Bahkan Ketua LAM Ujung Batu Dahnil secara terbuka menawarkan kantor LAM untuk dijadikan posko.

“Apabila diperlukan tempat untuk kegiatan Satgas Lintas Sektor, kami persilakan kantor LAM digunakan. Ini demi anak cucu kita”,ujar Dahnil disambut tepuk tangan.

Rakor pun ditutup dengan komitmen bersama. Tidak ada lagi saling lempar tanggung jawab.Langkahnya jelas, Perkuat pengawasan. Perbanyak pembinaan karakter. Ciptakan kegiatan positif.

Karena masa depan Ujung Batu ada di tangan anak-anaknya hari ini. Dan menjaga mereka dari jerat kenakalan, adalah tugas kita semua.

“Jangan sampai rakor ini hanya jadi wacana. Masyarakat menunggu aksi nyata di lapangan”,pungkas salah satu tokoh masyarakat.***(Ari Wibowo)