49 Hotspot Terdeteksi di Riau, Pelalawan Jadi Penyumbang Terbanyak

Foto Hotspot di Riau hari ini tersisa 49 titik dengan sebaran terbanyak di Pelalawan. Dok BMKG Pekanbaru)

PEKANBARU, Beninginfo.com – Sebanyak 49 titik panas (hotspot) terpantau di Provinsi Riau berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga pukul 23.00 WIB.

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi, yakni mencapai 35 titik. Jumlah itu jauh lebih banyak dibandingkan kabupaten lainnya yang masuk dalam pemantauan.

Selain Pelalawan, hotspot juga terdeteksi di empat kabupaten lainnya. Kampar mencatat enam titik, sementara Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu masing-masing tiga titik. Sedangkan Indragiri Hilir terdapat dua titik panas.

Dengan demikian, 49 hotspot yang terpantau di Riau tersebar di lima kabupaten, yakni Pelalawan, Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.

ika dibandingkan dengan wilayah Sumatera lainnya, jumlah hotspot di Riau masih berada di bawah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Hingga waktu pemantauan yang sama, tercatat 890 hotspot di seluruh wilayah Sumatera, dengan Sumatera Selatan menyumbang 373 titik dan Bangka Belitung 267 titik.

Tingginya konsentrasi hotspot di Pelalawan menjadi perhatian tersendiri. Dari total 49 titik panas di Riau, sekitar sebagian besar berada di wilayah tersebut.

Forecaster On Duty BMKG, Gita Dewi S, menjelaskan bahwa data tersebut merupakan hasil pemantauan hingga pukul 23.00 WIB dan menggambarkan kondisi titik panas berdasarkan data yang tersedia pada waktu tersebut.

“Data hotspot tersebut tercatat dalam pemantauan hingga pukul 23.00 WIB. Artinya, angka yang disampaikan merupakan hasil pemantauan pada waktu tersebut dan menjadi gambaran kondisi titik panas berdasarkan data yang tersedia,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat pagi (21-8-2026)

Masyarakat diimbau tetap mengikuti perkembangan informasi hotspot dan kondisi cuaca dari BMKG. Kewaspadaan terutama diperlukan bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun berada di wilayah yang terdapat titik panas.

Pemantauan hotspot penting dilakukan sebagai langkah awal untuk melihat potensi munculnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meski keberadaan hotspot tidak otomatis berarti telah terjadi kebakaran.  (jondri)