PEKANBARU, Beninginfo.com – Polda Riau menggelar Exit Meeting bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebagai penutup rangkaian pemeriksaan Semester II Tahun 2026 di Aula Tribrata, Mapolda Riau, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Riau, para Kapolres/ta jajaran serta tim pemeriksa BPK RI.
Dalam pertemuan tersebut, tim pemeriksa BPK menyampaikan hasil pemeriksaan beserta sejumlah catatan dan rekomendasi yang perlu menjadi perhatian Polda Riau. Rekomendasi tersebut berkaitan dengan upaya meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan dan kinerja di lingkungan kepolisian.
Kapolda Riau menyampaikan apresiasi kepada tim pemeriksa BPK dan menekankan pentingnya menjadikan hasil pemeriksaan sebagai bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan internal.
Menurut Herry, tindak lanjut terhadap rekomendasi pemeriksaan perlu dilakukan secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga meminta jajarannya mencermati setiap rekomendasi serta segera melakukan perbaikan terhadap hal-hal yang menjadi catatan pemeriksaan.
Kapolda setidaknya menyampaikan empat langkah yang perlu dilakukan jajaran Polda Riau.
Pertama, mencermati secara rinci setiap rekomendasi BPK. Kedua, melakukan perbaikan terhadap catatan hasil pemeriksaan. Ketiga, memastikan setiap tindak lanjut memiliki ukuran yang jelas, penanggung jawab serta dapat dipertanggungjawabkan. Keempat, memperkuat pengawasan internal untuk mencegah persoalan serupa kembali terjadi.
Selain aspek administrasi dan pengelolaan keuangan, Herry juga menyinggung sejumlah program yang menjadi perhatian Polda Riau, termasuk peningkatan kualitas pelayanan dan penegakan hukum lalu lintas serta pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Ia menegaskan bahwa proses pemeriksaan BPK merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola institusi. Karena itu, hasil pemeriksaan diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi ditindaklanjuti melalui langkah perbaikan di lingkungan kerja.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menyampaikan mengenai program “Ekspedisi Merah Putih Presisi”. Program ini disebut sebagai salah satu upaya menghadirkan pelayanan kepolisian hingga wilayah terdepan, terpencil dan tertinggal, sekaligus mendukung kepedulian terhadap persoalan lingkungan, khususnya di kawasan pesisir Riau.
“Kita ingin masyarakat merasakan kehadiran negara. Dari pedalaman sampai ke pesisir. Dari urusan keamanan sampai urusan kemanusiaan dan lingkungan,” ujar Herry.
Dengan berakhirnya Exit Meeting, Polda Riau menyatakan akan menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan BPK sesuai ketentuan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat akuntabilitas, pengawasan internal dan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. **(Ari Wibowo)
















