BENINGINFO.COM , KAMPAR – Kualitas udara di Kampar terus menurun bahkan masuk kategori tidak sehat, Selasa (18/8/2026).
Kondisi ini dipicu banyaknya asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Aplikasi IQAir menyatakan Air Quality Index (AQI) Kampar dengan nilai 106 pukul 10.00 WIB, tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Polutan utama Particulate Matter berukuran 2,5 mikrometer (PM2.5). Partikel super halus yang salah satunya berasal dari pembakaran ini sebanyak 37,7 mikrogram per meter kubik udara (µg/m3).
Selain itu, polutan PM10 yang berukuran lebih besar sebanyak 48 µg/m3. Sementara zat beracun Nitrogen Dioksida (NO2) sebanyak 78 µg/m3.
Berbeda dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Aplikasi besutan Kementerian Lingkugan Hidup menyatakan tingkat kualitas udara dalam kategori sedang pada jam yang sama dengan nilai ISPU 78.
Nilai itu dari polutan PM2.5. Sementara PM10 dan NO2 masing-masing 48 dan 49.
Aplikasi ISPU merekomendasikan kelompok sensitif agar mengurangi aktivitas fisik yang terlalu lama atau berat.
Sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau meminta masyarakat, terutama kelompok rentan, mengurangi aktivitas di luar rumah menyusul memburuknya kualitas udara di Pekanbaru, Selasa (18/8/2026).
Imbauan terutama ditujukan kepada lansia, balita serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli mengatakan, kelompok rentan lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan ketika kualitas udara memburuk.
“Untuk kelompok rentan seperti lansia, balita dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah,” kata Zulkifli.
Jika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker. Warga juga dianjurkan memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi vitamin untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.
“Kalau memang harus keluar rumah, gunakan masker. Kemudian banyak minum air putih dan konsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” ujarnya. (Agus)
















