Delapan Mantan Gubernur Kumpul di HUT ke-69 Riau, Ini Pesan Mereka untuk Masa Depan Riau

PEKANBARU, Beninginfo.com — Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau menjadi momentum berkumpulnya sejumlah tokoh yang pernah memimpin Bumi Lancang Kuning.
Delapan mantan gubernur dan wakil gubernur Riau hadir dalam rangkaian peringatan HUT ke-69 Riau, Minggu (9/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi para tokoh untuk menyampaikan pandangan dan harapan terhadap arah pembangunan Riau ke depan.

Dengan mengenakan busana Melayu, para tokoh tersebut menyuarakan sejumlah hal yang dinilai penting bagi kemajuan daerah, mulai dari keberlanjutan pembangunan, konektivitas antarwilayah, peningkatan pelayanan dasar, penguatan UMKM hingga persatuan masyarakat.

Pembangunan Harus Berkelanjutan

Gubernur Riau periode 1998-2003, Saleh Djasit, menekankan pentingnya kesinambungan pembangunan dari satu periode kepemimpinan ke periode berikutnya.

Menurutnya, program yang belum selesai pada masa pemerintahan sebelumnya dapat dilanjutkan dan disempurnakan oleh pemimpin berikutnya sehingga pembangunan tidak terputus.

“Apa yang masih kurang pada masa sebelumnya dapat disempurnakan sekarang, kemudian diteruskan lagi oleh pemimpin berikutnya sehingga pembangunan Riau berlangsung secara berkesinambungan,” harapnya.

Sementara itu, Wan Thamrin Hasyim menyoroti pentingnya peningkatan konektivitas antarwilayah. Ia berharap pembangunan infrastruktur, termasuk jalan penghubung dan jaringan tol, terus dilanjutkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pembangunan konektivitas antarwilayah terus dilanjutkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Annas Maamun. Ia berharap pembangunan tidak hanya berfokus pada kawasan perkotaan, tetapi juga menyentuh masyarakat di daerah.

Ia menyoroti sejumlah kebutuhan dasar, seperti perbaikan akses jalan, pelayanan kesehatan dan peningkatan kualitas pendidikan.
UMKM Dinilai Perlu Mendapat Penguatan
Dari sektor ekonomi, Arsyadjuliandi Rachman menekankan pentingnya memperkuat UMKM agar pertumbuhan ekonomi Riau tidak hanya bertumpu pada perusahaan berskala besar.

Menurutnya, penguatan UMKM membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia, regulasi yang mendukung serta dukungan permodalan dari sektor perbankan.

“Ini tentu harus kita dorong, dengan cara mempersiapkan kelembagaan dan sumber daya ditingkatkan. Dan mempersiapkan regulasi yang berpihak dengan UMKM,” katanya.

Sementara itu, Mambang Mit menyoroti pengelolaan kekayaan sumber daya alam Riau. Ia berharap manfaat kekayaan alam daerah dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

“Daerah kita adalah daerah kaya, jadi masyarakat harus bisa merasakannya,” tegasnya.

Persatuan Jadi Modal Pembangunan

Selain pembangunan fisik dan ekonomi, persatuan masyarakat juga menjadi perhatian para tokoh Riau.

Wan Abubakar mengatakan keberagaman masyarakat Riau harus menjadi kekuatan dalam membangun daerah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan di tengah kemajemukan.

“Mari bersatu memajukan Riau ini, bersatu dalam keberagaman dan maju dalam pembangunan, karena masyarakat Riau yang majemuk tetap harus bersatu,” tuturnya.

Harapan serupa disampaikan Syamsuar dan Rahman Hadi. Keduanya menilai kemajuan Riau membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

“Semoga Riau ke depan lebih bersatu dalam keragaman dan maju dalam pembangunan,” ujar Syamsuar.

Rahman Hadi menambahkan, kolaborasi dan gotong royong menjadi bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita berharap, semua masyarakat dapat berkolaborasi dan bahu membahu demi terwujudnya kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Kehadiran para tokoh yang pernah memimpin Riau tersebut sekaligus menjadi bagian dari refleksi perjalanan 69 tahun Provinsi Riau.

Berbagai pandangan yang disampaikan mencerminkan harapan agar pembangunan daerah terus berlanjut, pelayanan masyarakat semakin baik, perekonomian semakin kuat, dan persatuan tetap terjaga. ***(zal)