BENINGINFO.COM , PEKANBARU – Pendiri Kota Pekanbaru, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah atau Marhum Pekan akan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
Sosok yang meletakkan pondasi Kota Pekanbaru itu hingga akhirnya mendapat pengakuan negara sudah berlangsung selama 38 tahun.
Dijadwalkan gelar Pahlawan Nasional akan diserahkan di Istana Negara, Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Selasa (10/11/2026).
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho akan hadir dalam penganugerahan tersebut bersama ahli waris Marhum Pekan.
“Alhamdulillah, mimpi yang telah lama diperjuangkan masyarakat akhirnya terwujud. Kita bangga pendiri Pekanbaru mendapat penghormatan sebagai Pahlawan Nasional. Kebahagiaan ini milik masyarakat Pekanbaru, masyarakat Siak, dan seluruh Riau,” kata Agung, Sabtu (7/11/2026).
Upaya memperjuangkan agar Marhum Pekan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dimulai sejak 1988.
Perjuangan panjang tersebut terus dilanjutkan Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Agung Nugroho hingga akhirnya mendapat pengakuan negara.
Kepastian rencana penganugerahan juga disampaikan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam pertemuannya dengan Walikota Agung. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil perjuangan bersama berbagai pihak yang selama ini konsisten mengusulkan Marhum Pekan sebagai Pahlawan Nasional.
Marhum Pekan merupakan Sultan Siak Sri Indrapura ke-V sekaligus putra Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau Marhum Bukit, Sultan Siak ke-IV.
Ia melanjutkan pengembangan kawasan Senapelan yang telah dirintis ayahandanya hingga berkembang menjadi pusat perdagangan dan cikal bakal Kota Pekanbaru.
Selain dikenal sebagai pendiri Pekanbaru, Marhum Pekan dikenang atas perjuangannya melawan Belanda di Pulau Guntung.
Pengembangan pekan atau pasar yang dilakukannya menjadi satu pondasi pertumbuhan kota yang kini menjadi ibu kota Provinsi Riau. (*)
Editor: Ihsanul


















