Ditemui Bupati Kampar, Plt Gubri Janji Bangun Jalan Muara Takus

Bupati Kampar Ahmad Yuzar bertemu plt gubri di kantor gubernur.

BENINGINFO.COM , PEKANBARU – Bupati Kampar Ahmad Yuzar melakukan pertemuan dengan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto di Kantor Gubernur, Senin (26/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Yuzar menyampaikan sejumlah usulan prioritas pembangunan yang membutuhkan dukungan Pemprov Riau.

Di antaranya pembangunan Jalan Muara Takus, Jalan Suram-Sinama Nenek, dan pembangunan Jembatan Sei Sibam di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung.

Begitu juga dengan pembangunan dan pengembangan kawasan PLTA Koto Panjang XIII Koto Kampar.

Plt Gubri SF Hariyanto menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan bahwa sejumlah program pembangunan yang diajukan akan ditindaklanjuti melalui dukungan pembiayaan APBD Provinsi Riau.

Namun demikian, ia meminta Pemkab Kampar segera menyelesaikan tahapan teknis yang diperlukan, termasuk review perencanaan dan penyelesaian pembebasan serta ganti rugi lahan, agar program pembangunan dapat segera diproses dan direalisasikan.

“Beberapa pembangunan ini akan kita dukung melalui APBD Provinsi Riau. Kami minta kepada Bupati Kampar agar segera melakukan review dan menyelesaikan persoalan pembebasan serta ganti rugi lahan. Jika seluruh persyaratan sudah siap, program ini bisa segera kita proses untuk pelaksanaannya,” tegas SF Hariyanto.

Ia menekankan satu perhatian utama dalam pertemuan tersebut adalah rencana pembangunan Jalan Muara Takus sepanjang kurang lebih 17 kilometer.

Menurut SF Hariyanto, pembangunan jalan ini sangat penting karena akan membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata dan peninggalan sejarah Candi Muara Takus.

Terlebih, kawasan Candi Muara Takus beberapa waktu lalu mendapat perhatian dan dukungan langsung dari Kementerian Kebudayaan RI melalui kunjungan Menteri Kebudayaan ke Kabupaten Kampar.

“Jalan Muara Takus ini sangat penting untuk kita bangun karena dampaknya akan besar bagi masyarakat. Kita dorong penataannya menjadi dua jalur. Karena itu, pembebasan lahan harus segera diselesaikan agar pekerjaan fisik bisa dimulai,” ujar SF Hariyanto.

Ia menegaskan, pembangunan akses menuju kawasan Candi Muara Takus tidak hanya berorientasi pada peningkatan infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kalau aksesnya semakin baik, pariwisata akan hidup, UMKM berkembang, dan ekonomi masyarakat ikut bergerak. Ini yang harus kita dorong bersama,” tambahnya.

Selain Jalan Muara Takus, SF Hariyanto juga menyoroti kondisi Jembatan Rumbio di Kecamatan Kampar yang menurutnya lama terbengkalai. Ia meminta agar kondisi dan kebutuhan penanganannya segera dihitung secara teknis sehingga langkah tindak lanjut dapat ditentukan.

Sementara itu, pembangunan Jalan Suram-Sinama Nenek juga mendapat perhatian karena merupakan jalur penting bagi mobilitas masyarakat.

Peningkatan akses jalan tersebut diharapkan dapat memperlancar aktivitas ekonomi, membuka konektivitas antarwilayah, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Agus)