YS Kabur Saat Penggrebekan, Aktivis Armen: Jangan – Jangan Ada Drama Ini, Polres Rohul Jangan Main-Main 

Foto. Sosok aktivis Rokan hulu yang sudah tidak asing lagi Armen Nasution

ROKAN HULU, beninginfo.com – Penggerebekan narkoba di Rambah Tengah Hulu ini makin aneh. Masa iya pengedar kelas gubuk bisa lolos dari kepungan Satresnarkoba Polres Rohul dan Polsek Rambah? Publik jadi bertanya-tanya, ini kecolongan atau ada yang bocorin?

Rabu (16/9/2026) Satresnarkoba Polres Rohul menggerebek sebuah gubuk di tengah kebun sawit Dusun Suka Damai, Desa Rambah Tengah Hulu, Kecamatan Rambah. Hasilnya fantastis: 17 paket sabu (41,46 gram), 16 paket ganja (24,06 gram), dan 32 butir ekstasi (10,83 gram). Lengkap dengan 4 timbangan digital, 6 HP, 2 HT, dan kaca pirex. Ini bukan pemakai, ini GUDANG!

Tapi anehnya, pemilik gubuk berinisial YS malah bisa KABUR. Lolos. Hilang ditelan sawit. Padahal barang bukti sekarung.

Aktivis vokal Rohul, Armen Nasution pun naik pitam. Menurutnya, ini bukan lagi soal YS kabur, tapi soal keseriusan Polres Rohul.

“Jangan main-main! Barang bukti sekelas bandar sudah di tangan, tapi orangnya bisa kabur? Logikanya di mana? Kalau identitas sudah dikantongi, kenapa belum juga di-DPO-kan? Mau nunggu YS ganti KTP dan kabur ke Malaysia?” semprot Armen pedas, Minggu (20/9/2026).

Armen mendesak Polres Rohul tidak hanya pamer barang bukti di meja. Publik butuh bukti kerja, bukan pameran sabu.

“Kalau memang serius berantas narkoba, umumkan DPO YS secara terbuka! Tempel fotonya! Jangan dipeluk. Keterbukaan itu penting biar masyarakat bisa bantu intai. Ini 41 gram sabu, 32 ekstasi, ini bisa merusak ribuan anak Rohul!” tegas Armen.

Pertanyaan paling pedas dari Armen: Siapa yang bekingi YS? Dari mana sumber sabu, ganja dan ekstasi sebanyak itu bisa masuk ke gubuk sawit di Rambah? Apakah hanya YS seorang? Atau ada jaringan besar di belakangnya yang sengaja dibiarkan?

“Jangan sampai pengungkapan ini berhenti di gubuk saja. Usut tuntas! Siapa pemasoknya? Siapa yang lindungi? Jangan tebang pilih. Kalau cuma barang bukti yang disita tapi bandarnya dibiarkan kabur, sama saja bohong,” pungkas Armen.

Hingga berita ini naik, Minggu (20/9/2026), Polres Rohul masih bungkam soal status DPO YS. Belum ada foto, belum ada pengumuman resmi. Publik Rokan Hulu menunggu, apakah YS akan benar-benar diburu, atau kasus ini akan menguap seperti asap sabu di gubuk itu. Publik Bertanya: DPO Kapan Diumumkan Ndan?***(Tim)