Jembatan Leighton Pekanbaru akan Ditutup, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Jembatan Leighton atau Siak I Pekanbaru akan ditutup sementara untuk pemeliharaan.

BENINGINFO.COM , PEKANBARU – Jembatan Siak I atau lebih dikenal Jembatan Leighton di Kota Pekanbaru akan ditutup sementara dalam waktu dekat.

Jembatan yang menghubungkan wilayah kota dengan Rumbai akan dilakukan pemeliharaan dimulai pekan ketiga September 2026.

Terkait perubahan arus lalu lintas. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau bersama sejumlah instansi terkait melakukan survei lokasi pekerjaan di jembatan tersebut, Selasa (8/9/2026).

Survei dipimpin Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril SPd MM, dengan melibatkan personel Satlantas Polresta Pekanbaru, Dinas PUPR, Dishub Provinsi Riau, serta Dishub Kota Pekanbaru.

Dasril mengatakan, survei dilakukan untuk memastikan kesiapan pengaturan sekaligus rekayasa lalu lintas sebelum pekerjaan pemeliharaan dimulai.

“Survei ini menentukan sejumlah titik untuk pemasangan rambu lalu lintas, baliho imbauan, serta lampu hazard sebagai penanda bagi pengguna jalan,” kata Dasril.

Dalam pelaksanaannya, Jembatan Siak I nantinya akan ditutup sementara selama proses pemeliharaan. Arus kendaraan akan dialihkan menuju Jembatan Siak III untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

Pengalihan arus kendaraan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama pengerjaan Jembatan Siak I,” sebut Dasril.

Menurutnya, koordinasi dan rekayasa lalu lintas dipersiapkan sejak awal agar pekerjaan pemeliharaan dapat berlangsung dengan baik. Di sisi lain, aktivitas dan mobilitas masyarakat di sekitar kawasan jembatan diharapkan tetap aman dan lancar.

Sementara itu, PPTK Pemeliharaan Jembatan Siak I, Yusfar M ST MT mengatakan, survei lintas instansi diperlukan untuk menyelaraskan teknis pekerjaan dengan pengaturan lalu lintas di lapangan.

Pemeliharaan perlu dilakukan untuk menjaga kondisi dan fungsi jembatan. Karena lokasinya merupakan  satu akses penting bagi masyarakat. (Jejeng)