BAHU Prabowo Desak Pemprov Riau Buka Data Stok Harian BBM Subsidi

Kendaraan antre bio solar di SPBU Jln SM Amin, Pekanbaru.

BENINGINFO.COM , PEKANBARU – Lembaga Bantuan Hukum (BAHU) Prabowo mendesak Pemprov Riau melalui Dinas ESDM agar segera berkoordinasi intensif dengan Pertamina Patra Niaga Sumbagut untuk mengatasi kelangkaan BBM jenis Bio Solar.

Selain itu pemda juga diminta membuka data stok harian BBM subsidi ke publik serta mendirikan posko pengaduan.

“Antrean 5-6 jam sudah sangat merugikan masyarakat. Petani tidak bisa olah lahan, nelayan dan UMKM terganggu. Masyarakat berhak tahu kondisi stok yang sebenarnya. Jika perlu, Pemprov segera buka posko pengaduan,” ujar Ketua BAHU Prabowo DPD Riau, Wanton SH MH MSi, Senin (14/9/2026).

Antrean panjang terpantau di sejumlah SPBU Pekanbaru, Siak, Pelalawan, Rokan Hilir, Rokan Hulu, dan Bengkalis. Warga terpaksa menunggu berjam-jam, bahkan sebagian memilih membeli bio solar eceran dengan harga Rp14.000 per liter.

Di tengah situasi ini, muncul dugaan praktik penimbunan. Solar subsidi diduga ditimbun lalu dijual ke pihak industri. “Disinyalir ada pihak-pihak yang bermain, pelakunya diduga oknum aparat,” ungkap Wanton.

Ia membeberkan dampak kesulitan mendapatkan bio solar ini terhadap berbagai elemen masyarakat.

Di antaranya petani kesulitan mengolah lahan karena BBM solar untuk traktor sulit didapat.

Nelayan dan UMKM resah karena aktivitas usaha terganggu .

Kemudian sopir kehilangan waktu dan pendapatan. Mereka harus antre solar hingga enam jam.

Wanton berharap Pemprov Riau bersama Polri tidak hanya menunggu kuota dari pusat, tetapi bertindak cepat menertibkan distribusi dan menindak dugaan penyimpangan.

Sebelumnya Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau, Ismon, membenarkan adanya lonjakan konsumsi.

Menurutnya, peningkatan terjadi karena aktivitas transportasi tinggi dan adanya penyesuaian harga 1 September 2026 yang membuat sebagian masyarakat beralih dari Dexlite ke Bio Solar.

“Pemprov sudah mengajukan tambahan kuota Bio Solar sebanyak 99.700 KL ke BPH Migas. Realisasinya masih menunggu persetujuan pusat,” ujar Ismon, Sabtu (5/9/2026).

Senada, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan telah menambah penyaluran hingga 20-27% dari rata-rata normal.

“Kami telah meningkatkan penyaluran hingga 20 persen dari rata-rata normal serta terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan lembaga penyalur agar distribusi berjalan lancar,” ujar Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations & CSR.

“Lonjakan antrean terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Kondisi ini menyebabkan kepadatan di beberapa SPBU, terutama pada jam-jam tertentu,” jelas Fahrougi. (Jejeng)