PEKANBARU, Beninginfo.com – SMK Taruna Satria Pekanbaru terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul di bidang akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter disiplin serta siap menghadapi dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.
Melalui konsep pendidikan berbasis semi militer yang bekerja sama dan mendapat pembinaan dari Kodim 0301/Pekanbaru, sekolah ini menghadirkan sistem pembelajaran yang mengedepankan keseimbangan antara ilmu pengetahuan, pembinaan karakter, dan kesiapan fisik.
Sebagai salah satu sekolah kejuruan di Kota Pekanbaru, SMK Taruna Satria memiliki delapan kompetensi keahlian yang dapat dipilih calon peserta didik, yaitu Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), Teknik Elektronika Audio Video (TEAV), Teknik Komputer Jaringan dan Telekomunikasi (TKJT), Desain Komunikasi Visual dan Multimedia (DKVM), Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP), serta Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP)
Kepala SMK Taruna Satria Pekanbaru, Ir. H. Tarmizi Majid, MM, saat diwawancarai Beninginfo.com menjelaskan bahwa sistem pendidikan di sekolah yang dipimpinnya berpedoman pada tiga pilar utama sebagai upaya mewujudkan visi dan misi sekolah.
“Pilar pertama adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Sebagai sekolah kejuruan, kami memperbanyak kegiatan praktik sehingga peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja,” ujar Tarmizi.
Pilar kedua, lanjutnya, adalah pembinaan iman dan takwa (IMTAQ). Menurutnya, kemampuan akademik harus diimbangi dengan pembentukan akhlak yang baik. Untuk mendukung hal tersebut, sekolah menyediakan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan siswa.
“Kami membiasakan siswa melaksanakan salat berjamaah, membaca Yasin, mengaji setelah Magrib, hingga menyetorkan hafalan ayat kepada ustaz pembimbing,” katanya.
Sementara pilar ketiga adalah pembinaan fisik (Binsik) yang dilaksanakan bersama personel Kodim 0301/Pekanbaru. Program tersebut dirancang untuk membentuk disiplin, ketahanan fisik, serta karakter peserta didik.
Untuk mendukung pembinaan secara maksimal, SMK Taruna Satria juga menyediakan asrama putra dan putri. Menurut Tarmizi, keberadaan asrama memudahkan sekolah dalam membangun kedisiplinan serta membiasakan siswa menjalankan aktivitas belajar dan ibadah secara teratur.
Selain pembelajaran di kelas, sekolah juga menyediakan berbagai fasilitas olahraga, di antaranya sepak takraw, bola voli, futsal, bulu tangkis, bola basket, tenis meja, hingga panjat tebing. Bahkan, fasilitas panjat tebing milik sekolah pernah digunakan sebagai lokasi pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
Menurut Tarmizi, pembinaan fisik tersebut juga menjadi bekal bagi siswa yang bercita-cita menjadi anggota TNI maupun Polri.
“Sebagian besar siswa kami berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Banyak yang memiliki cita-cita menjadi anggota TNI atau Polri, sehingga pembinaan fisik menjadi salah satu program yang kami persiapkan untuk mendukung mereka,” jelasnya.
Lebih lanjut, SMK Taruna Satria menerapkan konsep PTBMW, yaitu Polisi, TNI, Bekerja, Melanjutkan Pendidikan, dan Wirausaha, sebagai gambaran pilihan masa depan lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kami ingin lulusan memiliki banyak pilihan. Setelah memiliki keterampilan dari SMK, mereka dapat langsung bekerja, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, berwirausaha, atau mengikuti seleksi TNI maupun Polri. Semua kami persiapkan sesuai kemampuan dan minat masing-masing siswa,” tutup Tarmizi. (Jondri A)

















