Pekanbaru, Beninginfo.com – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pagi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekanbaru. Sejak sebelum bel masuk berbunyi, para guru telah berdiri di gerbang madrasah untuk menyambut kedatangan para murid dengan senyuman, salam, dan sapaan yang penuh semangat. 16/7.2026.
Satu per satu murid memasuki lingkungan madrasah dengan wajah ceria. Mereka disambut oleh guru yang memberikan salam, berjabat tangan, serta menyampaikan kata-kata penyemangat agar para murid siap mengikuti proses pembelajaran dengan hati yang gembira dan penuh motivasi.
Kegiatan penyambutan pagi ini merupakan salah satu bentuk pembiasaan positif yang terus diterapkan di MAN 1 Pekanbaru.
Selain membangun kedekatan antara guru dan murid, kegiatan ini juga bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, ramah, dan penuh nilai-nilai karakter.
Dalam ajaran Islam, senyum dan saling menyapa merupakan amalan yang memiliki nilai ibadah. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa senyum kepada sesama adalah sedekah, sehingga budaya salam, sapa, dan senyum menjadi bagian dari akhlak mulia yang patut dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan madrasah.
Salah seorang guru yang turut menyambut murid di gerbang madrasah, Ali Raja Siregar, menyampaikan bahwa perhatian sederhana di awal hari dapat memberikan dampak besar terhadap semangat belajar peserta didik.
“Menyambut murid dengan senyum bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk kepedulian kami kepada mereka. Kami ingin setiap murid merasa dihargai, diterima, dan berangkat belajar dengan hati yang bahagia. Semoga semangat positif yang dimulai dari gerbang madrasah dapat mengiringi mereka hingga selesai belajar,” ujar Ali Raja Siregar.
MAN 1 Pekanbaru berkomitmen untuk terus menanamkan budaya Salam, Sapa, dan Senyum (3S) sebagai bagian dari pembentukan karakter warga madrasah. Pembiasaan ini diharapkan mampu memperkuat hubungan yang harmonis antara guru dan murid, menumbuhkan rasa saling menghormati, serta menciptakan atmosfer pendidikan yang humanis dan religius.
Sebagai salah seorang murid, Fatima mengaku merasa lebih bersemangat ketika disambut langsung oleh para guru setiap pagi.
“Rasanya senang sekali ketika datang ke madrasah disambut dengan senyum dan salam dari bapak ibu guru. Hal sederhana seperti itu membuat kami merasa diperhatikan dan lebih semangat untuk belajar. Semoga kebiasaan baik ini terus ada karena membuat suasana madrasah terasa seperti keluarga,” ungkap Fatima.(rls)

















