Pasir Pangaraian, beninginfo.com || Viral di masyarakat Rokan Hulu (Rohul), terkait dana handling atau penanganan pemberangkatan 377 orang jamaah haji dari Bandara Tuanku Tambusai Pasir Pangaraian ke Batam sekitar Rp5,8 miliar. Masyarakat menilai dana yang dikelola PT Maharatu Perdana Mandiri sebagai pihak vendor pelaksanaan, tidak transparan dan terkesan tertutup.
Terkait hal tersebut, beninginfo.com mencoba menghubungi Devi pihak vendor PT Maharatu Perdana Mandiri melalui WhatsApp (WA) di nomor +62 822-xxxx-xxxx ternyata ia bungkam dan irit menjawab pertanyaan yang diajukan beninginfo.com.
Saat ditanyakan rincian anggaran Rp5,8 miliar untuk apa-apaan saja, Devi hanya menjawab “Banyak item-itemnya, itu untuk biaya carter pesawat dan cargo diantaranya,” ujar Devi melalui sambungan telepon WA.
Saat ditanyakan jabatan Devi di PT Maharatu Perdana Mandiri, ia mengaku hanya sebagai marketing.
Selain itu untuk lebih rinci, Devi mengarahkan untuk menanyakan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul. “Silahkan tanya ke Pemkab,” ujarnya.
Saat beninginfo.com menanyakan hal lebih jauh terkait dana Rp5,8 miliar tersebut, Devi tetap mengatakan untuk mengkonfirmasikan hal tersebut ke Pemkab Rohul.
Sementara itu, menanggapi dana handling haji Rp5,8 miliar tersebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) di Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Rohul Saprizal Ah, SE, M.Si mengatakan bahwa untuk rincian anggaran tersebut akan disampaikan dalam waktu dekat.
“Nanti kita ekspose bersama Kominfo, saat ini jamaah haji belum pulang semua, masih ada keloter 18 berjumlah 6 orang jamaah yang akan pulang di tanggal 21 Juni nanti, dari Batam ke Pekanbaru dan lanjut ke Pasir,” terang Saprizal kepada beninginfo.com.***(vila)

















