Viral !! Pembangunan Semenisasi Desa Pematang Tebih Tahun 2023 Di Sorot Warga,

Pematang tebih,beminginfo.com– Pembangunan jalan semenisasi di Jalan Tedy Mirza Dal, Desa Pematang Tebih yang dikerjakan pada tahun 2023 kini kembali disorot warga. Pasalnya, jalan setapak yang bersumber dari anggaran desa tersebut diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi.

 

 

 

Salah seorang warga berinisial (I) mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, jalan semenisasi itu baru beberapa bulan setelah dibangun sudah mengalami kerusakan.

 

 

 

“Ini pembangunan jalan semenisasi Desa Pematang Tebih. Setelah dibangun belum ada 4 bulan sudah rusak parah. Kondisinya sangat memprihatinkan dan membahayakan warga yang lewat,” ujar warga tersebut, Jumat (10/7/2026).

 

 

 

Warga menduga kuat pengerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan RAB – Rencana Anggaran Biaya. Indikasinya terlihat dari kualitas beton yang mudah retak dan mengelupas.

 

 

 

“Patut diduga ini asal-asalan jadi saja. Kualitasnya tidak sesuai. Sayang uang negara habis, tapi hasilnya tidak bisa dinikmati lama oleh masyarakat,” tegasnya.

 

 

 

 

Melihat kondisi tersebut, warga meminta kepada Inspektorat untuk segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan dan audit.

 

 

 

“Kepada Inspektorat kami minta segera turun dan mengecek serta memeriksa kembali terkait pembangunan jalan setapak semenisasi Desa Pematang Tebih ini. Biar jelas, apakah dikerjakan sesuai atau tidak,” pintanya dengan halus

 

 

 

Menanggapi keluhan warga tersebut, Kepala Desa Pematang Tebih memberikan klarifikasi.

 

“Proyek semenisasi di Jalan Tedy Mirza Dal itu sudah lama, tahun 2023. Waktu itu sudah diperiksa oleh tim, sudah sesuai dan sudah dinyatakan selesai 100%. Kalau sekarang ada kerusakan, mungkin karena faktor usia pakai dan intensitas kendaraan yang lewat,” jelas Kades.

 

 

 

Kades juga mempersilahkan jika ada pihak yang ingin melakukan pengecekan ulang agar tidak ada kecurigaan di masyarakat.

 

 

 

“Silahkan Inspektorat atau pihak terkait turun. Kami terbuka. Yang penting tujuannya untuk kebaikan bersama dan transparansi penggunaan dana desa,” tambahnya.

 

 

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor pelaksana belum dapat dikonfirmasi. Warga berharap ada tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang dan dana desa benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat.***(Red)