POLSEK RAMBAH SAMO TURUN SAWAH: 4 Hektar Jagung Pioner 32 Singa Ditanam Bareng Warga Marga Mulya Demi Lumbung Pangan Prabowo

Rokan Hulu,beninginfo.com – Desa Marga Mulya, Kec. Rambah Samo hari itu nggak biasa. Cangkul beradu dengan tanah hitam mineral, bibit jagung “anak sultan” mulai masuk ke lubang tanam. Polsek Rambah Samo nggak cuma jaga Kamtibmas, mereka turun langsung jadi petani demi menyukseskan Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo Subianto. Rabu,( 17 Juni 2026) pukul 10.00 WIB.

 

 

Giat Penanaman Jagung Pipil Kuartal 2 2026 ini dikomandoi langsung Kapolsek Rambah Samo IPDA Sarlose Mesra, S.H. Beliau nggak main perintah dari pinggir. Dari awal sampai selesai, Kapolsek bareng Kanit Binmas IPDA Zulpendi, S.Pdi, Kades Marga Mulya Bapak Jasmani, S.H., Tokoh Masyarakat Kiai Hanafi, PPL Desa Bapak H. Santoso, S.Tr.P, dan Kepala Unit Ketahanan Pangan BUMDes Mitra Usaha Mulya Bapak Sukino. Trio Bhabinkamtibmas Aipda Reski Martubuan, Aipda Irisman, Aipda Gondo Wahyu Utomo, S.H., Bripka Amron S., Briptu Ranap Simangunsong, perangkat desa, sampai warga Marga Mulya semua kotor tanah, satu barisan.

 

 

Polsek Rambah Samo dipercaya jadi pengelola langsung lahan seluas ±4 hektar. Varietas yang ditanam Pioner 32 Singa – jagung unggul yang bandel, tahan penyakit, dan sekali panen bisa hasilkan “emas kuning” buat petani. Pola tanamnya tumpang sari biar lahan maksimal. Sumber airnya mengandalkan air tadah hujan, cocok dengan kondisi lahan mineral tanah hitam Marga Mulya.

 

Targetnya jelas. Bibit masuk tanah 17 Juni 2026, panen raya ditarget 10 Oktober 2026. Artinya tiga bulan ke depan, keringat hari ini akan berubah jadi pipil kering yang bikin dapur warga aman dan stok pakan ternak nasional ikut terjaga.

 

Kami nggak mau program Pak Prabowo cuma jadi wacana di ruangan. Ketahanan pangan itu mulainya dari pematang sawah. Marga Mulya kami jadikan bukti. Kalau 4 hektar ini hijau, InsyaAllah Rohul ikut panen berkah,”* tegas IPDA Sarlose Mesra, S.H. di sela menanam.

 

Hari itu Desa Marga Mulya membuktikan satu hal: Polisi bisa jadi pengayom, pelindung, sampai pendamping petani. Karena cinta ke rakyat itu nyata saat sepatu dinas diganti boots dan tangan ikut berlumpur.***(Ari Wibowo )