Rokan Hulu,beninginfo.com – Geger ,Program nasional kebanggaan Presiden Prabowo Subianto yang katanya bakal jadi “palu godam ekonomi desa”sekarang koma. Di Desa Lubuk Betung, Kec. Rokan IV Koto, Koperasi Merah Putih nggak lagi dibangun. Dia ditinggal.
Sudah 30 hari. Molen berhenti. Tukang hilang. Yang tersisa cuma tiang besi yang berkarat dan pertanyaan warga yang menggema tiap malam: “ADA APA INI PAK ??
Nama Besar, Dana APBN, Hasilnya: NOL BESAR
Mari kita ingat, Ini Koperasi Merah Putih. Program nasional. Gagasan langsung Pak Prabowo. Dananya dari APBN rakyat. Manajernya BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara. Skemanya wah: supermarke + bank + klinik + gudang dalam 1 gedung. Targetnya Sembako murah, petani sejahtera, desa naik kelas.
Tapi di Lubuk Betung Yang ada cuma
1. Supermarket → Masih jadi angan
2. Bank→ Masih jadi mimpi
3. Klinik→ Masih jadi tiang doang
4. Harapan Warga→ Kena “Rem Darurat” tanpa lampu sein
Jeritan Kades “Ini Bukan Proyek, Ini Masa Depan Kami!” Kepala Desa Lubuk Betung nggak bisa diam lagi. Suaranya bergetar, bukan marah… tapi kecewa.
“Pak, ini program Pak Prabowo !! Program yang kami pajang fotonya di balai desa karena kami bangga, katanya ada sembako murah, ada simpan pinjam, ada klinik desa. Tapi FAKTANYA??
Sebulan lebih sepi! Tukang bangunannya KABUR SEMUA! Warga saya tiap hari nanya, Kapan Pak Kades?’. Saya mau jawab apa??” tegas Kades kamis (18/6/2026).
Beliau nambahin, Keluhan warga sekarang bukan “sabar ya”. Tapi “kecewa Pak”. Kecewa karena mimpi besar dipaksa “pause” tanpa tombol “play”.
Bahaya kalau dibiarkan, Asumsi Liar Akan Menang
“Kami nggak mau nuduh. Tapi kalau rangka besi ini terus dibiarkan, warga pasti bicara: ‘Dananya disunat?’, ‘Proyek siluman?’, ‘Lubuk Betung dibuang?’. Kami nggak mau fitnah. Kami cuma minta kejelasannya sampai kapan mangkrak ini, Pak??” hantam Kades
Lewat rilis darurat ini, Pemerintah Desa Lubuk Betung pasang 3 tuntutan ke publik:
1. KEPADA PENANGGUNG JAWAB PROYEK → Kembali SEKARANG! Lanjutkan pembangunan! Jangan biarkan nama besar “Merah Putih” tercoreng karena mangkrak di desa kami!
2. KEPADA PEMKAB ROKAN HULU & PT AGRINAS PANGAN NUSANTARA. Turun! Audit! Evaluasi! Eksekusi! Jangan cuma kirim surat. Kirim tukang! Warga butuh kepastian, bukan wacana!
3. KEPADA WARGA LUBUK BETUNG. Bertahan! Kades dan perangkat tidak tidur. Kami terus ketok pintu pejabat sampai proyek ini hidup lagi!
Penutup Yang Mengguncang“Sebulan itu cukup buat bayi belajar jalan. Cukup buat padi mulai menguning. Masa iya nggak cukup juga buat seorang pejabat datang dan bilang: ‘Proyek ini jalan, Pak Kades’? Kami percaya Koperasi Merah Putih itu hebat. Jangan biarkan dia mati sebelum lahir di desa kami. Bangunkan, Pak! Demi senyum ibu-ibu yang nunggu sembako murah. Demi keringat petani yang nunggu harga layak!” tutup Kades dengan mata berkaca.***(Ari Wibowo )

















