Rokan Hulu,beninginfo.com – Kamis, 18 Juni 2026, jam 10.00 WIB, Desa Sei Kuning, Kec. Rambah Samo berubah jadi “kelas terbuka”. Tapi bukan kelas biasa. Yang ngajarin: Kapolsek. Yang muridnya: warga. Yang pelajarannya: nanam jagung untuk masa depan.
Giat Penanaman Jagung Pipil Kuartal 2 Tahun 2026 resmi digelar di Sei Kuning. Ini bukan sekadar nyebar bibit. Ini jawaban nyata Polsek Rambah Samo mendukung program Ketahanan Pangan Presiden RI Bapak Prabowo Subianto. Dari desa, untuk Indonesia.
Sinergi Kompak: Polri + BUMDes + Swasta
Yang bikin kegiatan ini beda: kolaborasinya. Polsek Rambah Samo nggak jalan sendiri. Mereka gandeng PT Rambah Sawit Mandiri – PT RSM sebagai pengelola, plus BUMDes Maju Jaya Desa Sei Kuning sebagai motor di lapangan.
Koordinator lapangan, Bapak Alka Dedi Putra selaku Direktur BUMDes Maju Jaya, memimpin langsung barisan penanam. Varietas yang dipilih bukan kaleng-kaleng: Pioner 32 Singa. Jagung unggul, hasil tinggi, tahan penyakit. Cocok untuk jadi “emas kuning” petani Rohul.
“Kami ingin polisi hadir sampai ke pematang sawah, Pak. Program Pak Prabowo soal ketahanan pangan ini harus kita gerakkan dari bawah. Sei Kuning kami pilih jadi pilot project. Kalau di sini berhasil, insyaAllah Rohul ikut panen kesejahteraan,”* ujar Kapolsek Rambah Samo IPDA Sarlose Mesra, S.H. di sela menanam.
Kegiatan ini rame karena semua turun. Nggak ada yang nonton dari pinggir:
1. Kapolsek Rambah SamoIPDA Sarlose Mesra, S.H. – Komando langsung di lapangan
2. Kanit Binmas IPDA Zulpendi, S.Pdi. – Edukasi warga sambil menanam
3. Ketua BPD + Sekdes Sei Kuning – Representasi pemerintah desa
4. Direktur BUMDes Maju Jaya bapak Alka Dedi Putra – Koordinator dan penggerak ekonomi desa
5. Trio Bhabinkamtibmas: Aiptu Fajar Pangaribuan, Aipda Hendi Ismanto, Aipda Gondo Wahyu Utomo, S.H. – Garda terdepan dampingi petani
6. Personel Polsek + Perangkat Desa + Masyarakat Sei Kuning – Semua tangan kotor, semua hati satu
Kenapa Jagung Pioner 32 Singa?
Varietas ini jagoan. 1 hektar bisa hasilkan 10-12 ton pipil kering. Artinya: pakan ternak aman, harga daging & telur stabil, kantong petani tebal. Persis yang mau dicapai program Ketahanan Pangan Nasional.
Pesan Penutup dari Pemangku ladang
“Hari ini kami tanam bibit. 3 bulan lagi kami panen harapan. Terima kasih Pak Kapolsek, Pak Alka, PT RSM yang mau jadi kawan petani. Kami nggak minta disuapi. Kami cuma minta didampingi. Dan hari ini, dampingan itu kami rasakan,” ucap salah satu petani Sei Kuning sambil menutup lubang tanam terakhir.
Selesai kegiatan, tanah Sei Kuning nggak cuma basah karena air. Tapi basah karena keringat kolaborasi. Keringat aparat, BUMDes, swasta, dan rakyat.
Ketahanan pangan nggak dimulai dari Jakarta. Dimulai dari Sei Kuning. Dimulai dari 1 biji jagung yang ditanam bareng-bareng hari ini.***(Ari Wibowo )

















