Rokan Hulu,beninginfo.com.– Ini proyek nasional. Digagas langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Dananya dari APBN + dukungan bank BUMN. Manajernya di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara, BUMN. Targetnya mulia: sembako murah, serap hasil tani, buka lapangan kerja, sampai ada klinik desa.
Tapi di Desa Lubuk Betung, Kecamatan Rokan IV koto , cerita itu terhenti di tengah jalan.
Sudah lebih sebulan, pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayah lubuk Betung mangkrak total. Nggak ada tukang. Nggak ada progres. Yang ada cuma rangka besi dan tanya warga: “Ada apa ini, Pak?”
“Warga saya sudah nggak sabar, Pak. Ini program Pak Prabowo, program yang kami banggakan. Katanya mau ada sembako murah, simpan pinjam, klinik desa. Tapi nyatanya sudah sebulan sepi. Tukang bangunannya kabur semua,” ujar Kepala Desa Lubuk Betung saat dikonfirmasi awak media, kamis (18/6/2026).
Beliau nambahin, keluhan warga makin deras. Bukan karena nggak sabar, tapi karena kecewa. Kecewa karena harapan besar kena “pause” tanpa kepastian.
Koperasi Merah Putih: Mimpi Ekonomi Desa yang Kena “Rem Darurat” Sesuai skema nasional, tiap Koperasi Merah Putih dirancang jadi “supermarket + bank + klinik + gudang” dalam satu atap. Pusat layanan terpadu yang bikin ekonomi desa naik kelas.
Tapi di Lubuk Betung, “supermarket”-nya belum jadi. “Bank”-nya masih angan. “Klinik”-nya masih tiang.
“Kalau dibiarkan mangkrak begini, asumsi negatif warga pasti muncul. ‘Dananya ke mana?’, ‘Proyeknya gagal?’, ‘Desa kami nggak diprioritaskan?’ Kami nggak mau fitnah. Kami cuma mau kejelasan,” tegas Kades.
Seruan Terbuka untuk Penanggung Jawab Proyek lewat rilis ini, Pemerintah Desa Lubuk Betung menyampaikan 3 poin:
1. Kepada Penanggung Jawab Proyek Koperasi Merah Putih Lubuk Betung : Segera kembali dan lanjutkan pembangunan. Jangan biarkan program nasional Pak Prabowo tercoreng karena mangkrak di desa.
2. Kepada Pemkab Rokan Hulu & PT Agrinas Pangan Nusantara, Mohon evaluasi dan turun tangan. Warga butuh kepastian, bukan penundaan.
3. Kepada Warga Lubuk Betung, Bersabar. Kades dan perangkat desa terus mengawal agar proyek ini hidup kembali.
“Kami percaya program Koperasi Merah Putih ini program hebat. Jangan sampai mati sebelum lahir di desa kami. Kami cuma minta satu: bangunkan lagi, Pak. Biar asumsi negatif hilang, dan senyum warga kembali,” tutup Kades.
Sebulan itu lama. Cukup buat program nasional jadi bahan gosip. Jangan sampai cukup juga buat memadamkan semangat ekonomi kerakyatan di Lubuk Betung.***(Ari Wibowo )

















