Potongan Brondolan 9,5% Diduga Mencekik Petani, Petani Rohul Desak Transparansi PT SSM Langgak

ROHULbeninginfo.com – Gelombang keluhan kembali muncul dari petani dan pemasok brondolan kelapa sawit di Langgak. Kali ini sorotan mengarah ke PT SSM Langgak  yang diduga menerapkan potongan berat hingga 9,5 persen  dari total timbangan.

 

Bagi petani dan pemasok, angka 9,5% bukan angka kecil. Di tengah harga TBS/brondolan yang naik-turun dan biaya operasional lapangan makin tinggi, potongan sebesar itu langsung menggerus pendapatan.

 

“Potongan 9,5 persen itu terasa sekali. Yang kena imbasnya bukan cuma kami pemasok, tapi petani langsung. Rasanya seperti dijepit dari dua sisi,” keluh salah satu pemasok yang meminta namanya tidak ditulis.

 

Keluhan senada juga disuarakan pemasok lain. Mereka tidak menolak sistem sortasi. Sortasi memang wajib untuk jaga mutu. Tapi yang mereka tuntut sederhana:  transparansi.

 

“Potong itu boleh, kalau memang ada barang cacat. Tapi tolong jelaskan rinciannya. Brondolan mentah berapa kg, kotoran berapa kg. Jangan main potong rata 9,5% tanpa data. Petani berhak tahu,” tegas pemasok lain.

 

Tuntutan Petani ke PT SSM Langgak:

1. Buka secara terbuka dasar & perhitungan potongan 9,5% sesuai Permentan No. 13/2024

2. Tunjukkan hasil sortasi detail di setiap nota timbangan

3. Beri ruang petani/pemasok menyaksikan proses grading saat bongkar muat

 

Masyarakat juga meminta Dinas Perkebunan Kab. Rokan Hulu dan instansi terkait turun melakukan pengawasan. Tujuannya satu: pastikan mekanisme pembelian brondolan berjalan adil, terukur, dan tidak merugikan salah satu pihak.

 

Terpisah, Toni Alexander, SH, bagian kehumasan PT SSM Langgak saat di konfirmasi wartwan terkait potongan harga buah sawit 9,5 % melalui sambungan Via WhatsApp pribadinya.

 

“Soal harga saya kurang tercopy bang karena bahagian devisi nya beda bang,” ucap Toni singkat. Senin (1/6/2026)

 

Hingga Brita ini tayang , tim redaksi Masi menunggu hak jawab dari PT  SSM langgak, Agar Brita potongan harga 9,5 % ini bisa berimbang.***(Ari Wibowo )