Rokan Hulu,beninginfo.com — Ada dua cara ngomongin ketahanan pangan Komandan. Cara pertama, duduk manis, buka laptop, bikin slide warna-warni. “Target naik 20%”. “Strategi optimalisasi lahan”. Keren. Tapi kering.
Cara kedua, lepas sepatu dinas, gulung celana, injak lumpur. Tanya tanah. Pegang daun jagung. Denger keluh petani. Kotor. Tapi nyata. Senin, 22 Juni 2026 jam 11.00 WIB, SDM Polda Riau sama Polsek Rambah Samo pilih cara kedua.
Mereka nggak meeting Zoom. Mereka jalan kaki. Nembus RT 06 RW 02 Dusun Bukit Rindang, Desa Marga Mulya. Nggak ada karpet merah. Yang ada cuma pematang sawah dan langit Rokan Hulu.
Tujuan mereka bukan pencitraan. Tujuan mereka satu, mastiin lumbung pangan bangsa beneran tumbuh. Bukan cuma di data.
Di barisan depan ada Khusnul Mubarok, S.P., M.B.A. Staf Khusus Karo SDM Polda Riau. Beliau gas dari Pekanbaru. Jarak Nggak jadi alasan. Di sebelahnya, Kanit Binmas Polsek Rambah Samo IPDA Zulpendi, S.Pd.I. Mewakili Kapolsek tapi energinya kayak beliau sendiri yang tanam jagungnya.
Di belakang mereka tim tempur, BRIPDA Ardiansyah Harahap, S.P. BRIPDA M. Putra Aulia, S.Pt. Dua Bintara Kompetensi Khusus Polda Riau yang lebih hapal pupuk daripada berkas. Ada AIPDA Gondo Wahyu Utomo, S.H. Bhabinkamtibmas yang tiap gang di Marga Mulya udah kayak halaman rumah sendiri.
Ada Suryana, S.E. Direktur BUMDes Mitra Usaha Mulya. Ada Sukino. Ketua Unit Ketahanan Pangan desa yang tangannya udah kapalan. Nggak ada yang diem. Nggak ada yang cuma moto Semua jongkok. Semua ngukur. Semua ngobrol sama petani kayak ngobrol sama bapak sendiri.
Ladang 2 hektare itu isinya jagung Pioner 32 Singa. Ditabur 15 Mei 2026. Pas hari itu dicek, umurnya 38 hari. Angka kecil. Tapi hasilnya gede.
Batangnya lurusTegak, nggak ada yang rebah. Daunnya ijo tua, seger, kayak habis mandi embun. Nggak ada irigasi jutaan. Cuma andalin air hujan dan tanah mineral hitam Rambah Samo yang emang juaranya. Hama Lewat aja nggak berani. Yang mati konyol Nggak ada.
Momen itu bukti kalau Polri udah naik level. Dulu jaga keamanan biar rakyat tenang tidur. Sekarang jaga pangan biar rakyat tenang makan.
2 hektare itu angka. Tapi di balik angka itu ada cerita: Polri, BUMDes, desa, warga, udah nyetel satu gelombang. Satu tujuan. Panen melimpah. Harga stabil. Nggak ada lagi drama minyak goreng hilang.
Khusnul Mubarok berhenti dan Jongkok ngusap daun jagung pelan. Terus ngomong pelan juga, Tapi kata-katanya kayak dipalu.
“Ketahanan pangan kuat itu nggak lahir di ruang rapat. Dia lahir di lumpur. Dari keringat. Dari orang-orang yang mau kerja bareng. Bukan dari PowerPoint.”ucap Mubarok sambil memegang batang jagung .
Desa Marga Mulya hari itu ngasih tamparan lembut ke kita semua. Pesannya jelas, mau swasembada, turun ke sawah. Mau pangan aman, dekat sama petani. Mau negara kuat, Penuhin dulu lumbungnya.
Polsek Rambah Samo udah buka pintunya Udah buktiin jalannya, Sekarang tinggal kita. Mau cuma jadi penonton slide… atau mau jadi pemain di lumpur, Karena begini hukum bikin negara tertib. Tapi pangan bikin negara bertahan. Salam dari lumpur Rambah Samo untuk Indonesia tercinta.***(Ari Wibowo )

















