Senin Ini Dimulai, Pekanbaru Percontohan Program MBG Konsep Prasmanan

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Riau, Ranto. Foto: Media Center Riau

BENINGINFO.COM , PEKANBARU – Sekolah di Pekanbaru akan menjadi percontohan konsep MBG prasmanan. Yakni siswa menikmati makanan secara bersama sekaligus membangun kebiasaan konsumsi pangan bergizi.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Riau, Ranto mengatakan uji coba konsep prasmanan dimulai Senin ini.

“Hari Senin besok, Badan Gizi Nasional akan secara serentak melaksanakan piloting pelayanan pemberian makanan bergizi konsep prasmanan. Di Provinsi Riau, Kota Pekanbaru ditunjuk sebagai pilot projek,” ujar Ranto di Kantor Gubernur Riau, Jumat (6/11/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan tahap awal memiliki sasaran terbatas untuk menguji penerapan konsep pelayanan makan bergizi secara prasmanan. Peserta yang dilibatkan berasal dari dua kelas dengan jumlah penerima manfaat berkisar antara 50 hingga 70 siswa.

Adapun sekolah yang ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan piloting adalah SD Islam Unggul Asy-Syakirin di Kota Pekanbaru.

“Untuk piloting ini target sasaran dibatasi dua kelas penerima manfaat dengan jumlah siswa berkisar antara 50 hingga 70 orang. Lokasi terpilih yaitu pada jenjang sekolah dasar, tepatnya SD Islam Unggul Asy-Syakirin,” jelasnya.

Diungkapkan, konsep prasmanan tidak hanya bertujuan pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga menghadirkan suasana makan bersama yang memberikan nilai tambah bagi perkembangan sosial anak.

Melalui interaksi antarsiswa, kegiatan makan diharapkan menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan kebersamaan di sekolah.

Ia menilai kebiasaan makan bersama dapat memberikan pengaruh positif terhadap perilaku anak dalam memilih makanan.

Siswa yang sebelumnya kurang menyukai sayuran atau cenderung memilih jenis makanan tertentu diharapkan lebih terbuka untuk mencoba menu bergizi ketika melihat teman-temannya menikmati hidangan yang sama.

Selain menghadirkan pola pelayanan makan bersama, pelaksanaan tersebut akan mengintegrasikan edukasi gizi dalam aktivitas pembelajaran di sekolah. Edukasi tersebut diberikan secara langsung oleh tenaga pendidik atau guru agar siswa memahami pentingnya mengonsumsi makanan dengan komposisi gizi seimbang. (*)

Editor: Ihsanul

Sumber: Media Center Riau