IKADI Bengkalis Perkuat Dakwah Lewat Pelatihan 10.000 Khatib

Pelatihan khatib IKADI Bengkalis di Duri.

BENINGINFO.COM , DURI – Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kabupaten Bengkalis yang dipimpin Buya Yana Lukmanul Hakim menyelenggarakan Pelatihan 10.000 Khatib di Duri, Kecamatan Mandau, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya IKADI Kabupaten Bengkalis dalam meningkatkan kapasitas para khatib agar mampu menyampaikan pesan-pesan Islam yang mencerahkan, menyejukkan, serta relevan dengan tantangan kehidupan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Riki Rihardi SSTP MSi selaku Camat Mandau dan Syaikh Dr Sameh Salim Abdul Hamid al Mishry.

Di bawah kepemimpinan Buya Yana Lukmanul Hakim, IKADI Kabupaten Bengkalis diharapkan terus memperkuat peran strategis para dai dan khatib, tidak hanya dalam menyampaikan ajaran agama, tetapi juga dalam membangun karakter masyarakat, merawat persatuan, dan menumbuhkan kepedulian sosial.

Pelatihan 10.000 Khatib menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa kualitas dakwah perlu terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan zaman. Khatib dituntut memiliki pemahaman keislaman yang mendalam, kemampuan komunikasi yang baik, serta kepekaan terhadap persoalan umat dan kondisi sosial di sekitarnya.

Bagi IKADI Bengkalis, mimbar Jumat bukan sekadar ruang penyampaian pesan keagamaan, melainkan juga sarana membangun kesadaran, memperkuat ukhuwah, dan mengajak masyarakat mengambil bagian dalam menghadirkan perubahan positif.

Sinergi Dai, Pemerintah, dan Masyarakat

Kehadiran Camat Mandau dalam kegiatan itu menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara IKADI Bengkalis dengan pemerintah.

Sinergi ini diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan dalam pembinaan keagamaan, penguatan karakter generasi muda, pendidikan masyarakat, serta kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

Ke depan, IKADI Kabupaten Bengkalis berharap kolaborasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui program-program nyata dan berkelanjutan.

Di antaranya pembinaan khatib dan dai muda, pelatihan dakwah secara berkala, penguatan peran masjid sebagai pusat pembinaan umat, serta keterlibatan para dai dalam merespons berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Dengan kerja sama yang terarah, potensi para dai di Kabupaten Bengkalis dapat menjadi kekuatan penting dalam mendukung pembangunan masyarakat yang religius, harmonis, dan berkemajuan.

Kepemimpinan Buya Yana Lukmanul Hakim di IKADI Kabupaten Bengkalis terus menjadi bagian dari ikhtiar memperluas jangkauan dakwah dan mempererat hubungan antara ulama, pemerintah, serta masyarakat.

Upaya ini sekaligus menegaskan pentingnya membangun dakwah yang tidak hanya kuat dalam pesan, tetapi juga nyata dalam pengabdian.

“Melalui Pelatihan 10.000 Khatib, IKADI Bengkalis diharapkan semakin memperkuat komitmennya dalam melahirkan khatib yang berilmu, berintegritas, dan mampu menjawab kebutuhan umat di tengah perubahan zaman,” ujar Buya Yana.

Dakwah yang mencerahkan lahir dari ilmu yang kokoh, keteladanan yang nyata, dan kolaborasi yang terjaga.

Dengan semangat tersebut, IKADI Kabupaten Bengkalis diharapkan terus mengambil peran dalam merawat kehidupan beragama sekaligus berkontribusi bagi kemajuan masyarakat di Negeri Junjungan. (Budi)