BENINGINFO.COM , PEKANBARU – Warga Kota Pekanbaru diimbau mewaspadai berjangkitnya penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD.
Hal itu seiring dengan peralihan musim kemarau ke musim hujan. Serta kondisi cuaca yang berubah dapat meningkatkan potensi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
“Masyarakat perlu mengenali gejala DBD sejak dini, terutama ketika mengalami demam tinggi yang tidak kunjung membaik. Gejala awal DBD terkadang dianggap sebagai demam biasa sehingga penanganannya terlambat,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Pekanbaru, Dedy Sambudi, Rabu (7/10/2026).
Data Dinkes, sejak Januari hingga awal Oktober 2026, tercatat sebanyak 745 kasus DBD di Kota Pekanbaru.
Kecamatan Tuah Madani menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 117 kasus, disusul Marpoyan Damai 109 kasus dan Bukit Raya 82 kasus.
“Selanjutnya Kecamatan Marpoyan Damai dengan 109 kasus. Disusul Bukit Raya sebanyak 82 kasus, Tenayan Raya sebanyak 70 kasus, Binawidya 62 kasus, Payung Sekaki 58 kasus,” beber Dedy.
Dari total kasus tersebut, Dinas Kesehatan Pekanbaru mencatat tiga warga meninggal dunia. Ketiganya masing-masing warga Kecamatan Tuah Madani, Sail, dan Kulim.
Dedy mengingatkan, pencegahan DBD tidak hanya dilakukan ketika kasus meningkat. Masyarakat perlu rutin membersihkan lingkungan rumah dan memastikan tidak terdapat wadah yang dapat menampung air hujan.
Sebab, genangan air dapat menjadi tempat nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.
Karena itu, masyarakat kembali diminta menggiatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk melalui gerakan 3M Plus.
Warga juga diimbau memeriksa lingkungan sekitar rumah, termasuk ban bekas, kaleng, ember, maupun barang lainnya yang dapat menampung air hujan. (Jejeng)















