BENINGINFO.COM , KAMPAR – Pemkab Kampar siap menyukseskan Ruang Bersama Indonesia (RBI) hingga ke desa dan kelurahan.
Langkah ini sebagai gerakan kolaboratif untuk memperkuat kemandirian perempuan sekaligus menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Kampar Ahmad Yuzar saat mengikuti rakor pembahasan verifikasi dan validasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sekaligus penandatanganan SKB Ruang Bersama Indonesia untuk perlindungan perempuan dan anak secara virtual di Lantai III Kantor Bupati, Bangkinang, Senin (14/9/2026).
Rakor dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan diikuti Menteri PPPA Arifah Fauzi, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, Menteri Koperasi, Perum Bulog serta kepala daerah se-Indonesia.
Ahmad Yuzar menyebut RBI sejalan dengan visi dan misi pembangunan Kampar, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta pemberdayaan dan peningkatan ekonomi perempuan.
Ia menegaskan, Pemkab Kampar selama ini telah menjalankan berbagai program pemberdayaan berbasis potensi dan kearifan lokal, seperti pelatihan membuat kue, menjahit, perbaikan telepon seluler, komputer hingga berbagai keterampilan lainnya.
“Kita sangat mendukung Surat Keputusan Bersama Ruang Bersama Indonesia dalam meningkatkan sumber daya manusia serta pemberdayaan dan peningkatan ekonomi perempuan dan anak di Kabupaten Kampar,” tegas Ahmad Yuzar.
Ia memastikan kesepakatan di tingkat pusat akan segera ditindaklanjuti di Kampar melalui kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dan kelurahan agar RBI benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mendagri Tito Karnavian menilai SKB RBI menjadi langkah penting untuk memperkuat pelayanan pemerintah kepada perempuan dan anak.
Sementara Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan RBI merupakan gerakan kolaboratif lintas sektor berbasis kearifan lokal yang dilaksanakan secara holistik, integratif dan berkelanjutan.
Dengan dukungan pemerintah daerah hingga desa dan kelurahan, RBI diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam memperkuat pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas. (Agus)

















