ROKANHULU,Beninginfo.com||Menanggapi pemberitaan dan laporan dari LBH Rokan Darussalam terkait kondisi BUMDes Sei Kuning, Kecamatan Tandun , pihak BUMDes Sei Kuning melalui Direktur Rika Widayani akhirnya memberikan klarifikasi resmi.
Rika membantah bahwa BUMDes “mati suri” tanpa sebab. Menurutnya, kemunduran operasional BUMDes disebabkan oleh tindakan oknum pengurus terdahulu.
“Memang benar saat ini BUMDes belum berjalan maksimal. Tapi bukan karena tidak ada niat. Penyebab utamanya adalah ada oknum kasir terdahulu bernama Sriwahyuni yang sejak tahun 2010 bertugas, diduga melarikan uang kas BUMDes beserta berkas-berkas data peminjam,” jelas Direktur BUMDes Sei Kuning, Rika Widayani, Minggu (13/9/2026).
Rika menjelaskan, hilangnya dana kas tersebut berdampak langsung pada permodalan, termasuk pada unit usaha peternakan ayam yang akhirnya merugi karena tidak ada suntikan dana dan pembukuan yang amburadul.
Terkait laporan hilangnya 30 tabung gas milik BUMDes, Rika menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam.
“Untuk masalah 30 tabung gas, sudah kami laporkan secara resmi ke Polsek Tandun sejak 3 Januari 2026. Kami sudah berupaya menempuh jalur hukum terkait aset tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rika menyatakan saat ini pengurus BUMDes yang baru sedang berupaya melakukan pendataan ulang dan penertiban administrasi. Pihaknya juga siap membuka data jika diminta oleh pihak berwenang.
“Kami menyambut baik jika ada audit dari Pemdes maupun Inspektorat. Justru itu yang kami tunggu agar semua jadi terang. Kami pengurus sekarang juga korban dari ulah oknum sebelumnya. Mari kita sama-sama selamatkan BUMDes ini untuk kepentingan masyarakat Sei Kuning,” ujarnya.
Rika juga mengimbau masyarakat agar tidak menyamaratakan kesalahan. BUMDes dibentuk untuk kesejahteraan warga dan pihaknya berkomitmen untuk membenahi serta menghidupkan kembali unit-unit usaha secara bertahap dan transparan.
“Kami minta waktu dan dukungan. InsyaAllah dengan niat baik dan pengawasan bersama, BUMDes Sei Kuning bisa bangkit lagi,” tutup Rika Widayani.***(Ari wibowo)
















