ROKAN HULU,beninginfo.com.– Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Sei Kuning, Kecamatan tandun , diduga kuat hanya tinggal nama. Setelah menerima aduan warga, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rokan Darussalam (Rodas) turun langsung dan mendapati BumDes tersebut sudah lama mati suri, tidak ada aktivitas sama sekali.
Lebih parah lagi, di balik kemangkrakan itu muncul dugaan penyelewengan.
Ketua LBH Rodas, Indra Ramos, S.H.I, menyebut ada dua masalah besar yang dilaporkan masyarakat. Pertama, hilangnya 30 tabung gas milik BumDes. Kedua, kegiatan usaha peternakan ayam yang merugi dan tak jelas pertanggungjawabannya.
“Ini bukan sekadar BumDes tidak jalan. Ada laporan kehilangan aset 30 tabung gas dan kerugian besar di usaha ayam. Kami menduga kuat ada penyalahgunaan keuangan oleh pengurus BumDes,”tegas Indra Ramos, kamis (10/9/2026).
Bagi LBH Rodas, kondisi ini sangat memprihatinkan. BumDes seharusnya menjadi tulang punggung ekonomi desa dan penopang kesejahteraan warga. Namun di Sei Kuning, lembaga itu justru lumpuh dan diduga menjadi ladang masalah.
“Kalau BumDes saja tidak bisa dikelola dengan benar, lalu untuk apa dibentuk? Ini uang rakyat, uang desa. Harus jelas pertanggungjawabannya,” lanjut Indra.
Atas temuan tersebut, LBH Rodas menuntut Pemerintah Desa Sei Kuning dan pihak berwenang segera turun tangan. Desakan utama: lakukan audit menyeluruh dan buka secara transparan seluruh pengelolaan keuangan BumDes kepada publik.
“Kami mendesak audit. Masyarakat berhak tahu kemana aset 30 tabung gas itu dan kenapa usaha ayam bisa rugi. Jangan sampai ini menjadi preseden buruk pengelolaan BumDes di Rokan Hulu,” desaknya.
Hingga berita ini ditulis, pihak Pemerintah Desa Sei Kuning dan pengurus BumDes belum memberikan klarifikasi resmi. LBH Rodas menyatakan tidak akan tinggal diam.
“Kami akan terus mengawal kasus ini. Jika tidak ada itikad baik untuk transparan, maka langkah hukum selanjutnya akan kami tempuh agar tidak ada lagi kerugian negara dan kerugian masyarakat,” tutup Indra Ramos.***(Ari Wibowo ).
















