Selat Panjang, Beninginfo.com – Operasi pencarian korban kapal pompong tenggelam di Perairan Desa Mengkikip, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, memasuki hari ketiga, Rabu (5/8/2026). Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu dari dua korban yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam kondisi meninggal dunia.
Korban yang ditemukan diketahui bernama Amir (50), warga Desa Teluk Belitung. Jenazah ditemukan sekitar pukul 12.25 WIB setelah tim menerima informasi dari masyarakat mengenai keberadaan korban di koordinat 0°48’46″N 102°27’25″E. Selanjutnya, korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, mengatakan pada hari ketiga operasi pencarian, Tim SAR Gabungan memperluas area penyisiran menjadi 7 nautical mile persegi (NM²). Perluasan dilakukan berdasarkan evaluasi arah arus, kondisi angin, serta kemungkinan pergerakan korban dari lokasi kejadian.
“Tim SAR Gabungan memulai briefing pada pukul 07.00 WIB, kemudian melaksanakan penyisiran sesuai rencana operasi (Renops) hari ketiga. Seluruh personel tetap mengedepankan keselamatan dalam proses pencarian,” ujar Prima.
Musibah tersebut terjadi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kapal pompong yang membawa empat pekerja penebang sagu berangkat dari Kampung Balak menuju Sungai Metas sekitar pukul 08.00 WIB. Saat melintasi Perairan Desa Bengkikit, kapal dilaporkan karam.
Dua penumpang berhasil menyelamatkan diri, yakni Ivan (30) dan Bobi (30), keduanya warga Desa Kampung Balak. Sementara dua penumpang lainnya, Iqbal (25), warga Desa Kampung Balak, dan Amir (50), warga Desa Teluk Belitung, dilaporkan hilang.
Meski satu korban telah ditemukan, operasi pencarian belum dihentikan. Hingga pukul 18.00 WIB, Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran untuk mencari korban lainnya, Iqbal (25). Namun, hingga operasi hari ketiga berakhir, korban belum berhasil ditemukan.
“Operasi pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Kamis (6/8/2026) mulai pukul 07.00 WIB,” jelas Prima.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Satpolairud Polres Kepulauan Meranti, Ditpolairud Polda Riau, Polsek Tebing Tinggi Barat, Koramil Tebing Tinggi, KSOP Pakning, TNI AL, serta masyarakat setempat.
Selain melakukan penyisiran di permukaan perairan, Tim SAR Gabungan juga terus mengevaluasi pola pencarian berdasarkan perkembangan arus laut dan kondisi cuaca, dengan harapan korban terakhir dapat segera ditemukan. (Zal)

















