Rokan Hulu,beninginfo.com–Slogan tanpa keringat itu hoax Komandan.“Ketahanan pangan” enak didengar di rapat AC. “Swasembada” keren diucap di podium. Tapi kalau nggak ada yang mau kotor-kotoran di sawah, semua itu cuma angin. Senin, 22 Juni 2026 jam 11.00 WIB, angin itu dihentikan.
SDM Polda Riau bareng Polsek Rambah Samo kompak turun gunung. Nggak kirim staf. Nggak titip pesan. Mereka jalan kaki sendiri masuk ke RT 06 RW 02 Dusun Bukit Rindang, Desa Marga Mulya. langsung berdiri di tengah ladang jagung 2 hektare milik Polsek Rambah Samo. Sepatu kotor. Keringat netes. Nggak ada jaim.
Karena misi mereka satu, jagain lumbung pangan bangsa. Titik. Nggak pakai drama. Yang ngomandoi langsung Staf Khusus Karo SDM Polda Riau, Khusnul Mubarok, S.P., M.B.A. Gas dari Pekanbaru, nggak pakai alasan jarak. Dampingi beliau, Kanit Binmas Polsek Rambah Samo IPDA Zulpendi, S.Pd.I. Mewakili Kapolsek, tapi nyalinya full.
Barisannya nggak main-main. Ada BRIPDA Ardiansyah Harahap, S.P dan BRIPDA M. Putra Aulia, S.Pt dari Bintara Kompetensi Khusus Polda Riau. Ada Bhabinkamtibmas AIPDA Gondo Wahyu Utomo, S.H yang hapal tiap jengkal tanah desa. Ada Direktur BUMDes Mitra Usaha Mulya Suryana, S.E. Ada Ketua Unit Ketahanan Pangan Desa Marga Mulya, Sukino.
Satu komando. Satu barisan. Nggak ada yang nebeng foto. Semua turun, cek batang jagung satu-satu, ukur pertumbuhan, ngobrol sama tanah kayak ngobrol sama sahabat..Ladangnya ditanam jagung Pioner 32 Singa sejak 15 Mei 2026. Pas dicek, umurnya pas 38 hari. Hasilnya? Bikin dada bangga.
Batangnya tegak kayak prajurit baris. Daunnya ijo pekat, rapat, sehat. Nggak pakai irigasi mahal. Cuma modal air tadah hujan. Tanah mineral hitam Rambah Samo yang memang suburnya nggak ngotak.
Hama? Nggak ada yang berarti. Yang mati sia-sia? Nol besar. Itu artinya kerja nyata Polri udah jalan Komandan. Nggak cuma jaga Kamtibmas biar aman. Sekarang Polri juga jaga lumbung biar kenyang.
2 hektare itu bukan sekadar luas tanah. Itu bukti kalau Polri, BUMDes, desa, dan warga udah satu frekuensi. Satu napas. Targetnya jelas: panen meledak, harga waras, dapur rakyat nggak pernah kosong.
Khusnul Mubarok ngomong sambil ngusap daun jagung. Kalimatnya pendek, tapi nancep ke tulang:
“Ketahanan pangan yang kuat itu lahir dari lumpur, dari keringat, dari kerja bareng. Bukan lahir dari PowerPoint.” ucap Mubarok pada saat di lokasi.
Hari itu Desa Marga Mulya ngasih pelajaran ke Indonesia: kalau aparat mau nyemplung ke lumpur bareng petani, pangan pasti tumbuh. Kalau polisi dekat sama cangkul, swasembada bukan utopia. Itu kenyataan.
Polsek Rambah Samo udah buka jalannya. Sekarang giliran kita semua yang rawat. Ingat negara kuat itu kalau lumbungnya penuh. Dan lumbung penuh itu kalau Polri nggak cuma jadi pengayom hukum, tapi juga jadi sahabat petani.***Ari Wibowo

















