POLRI CINTA PETANI: Kapolsek Rambah Samo Turun ke Lumpur, Tanam Jagung Pioner 32 Singa Demi Lumbung Pangan Prabowo

Rokan Hulu,beninginfo.com –  Pagi itu Desa Sei Kuning, Rambah Samo nggak cuma disapa matahari. Dia disapa Kapolsek yang rela copot sepatu dinas, ganti boots, lalu nyemplung ke pematang sawah.Kamis, 18 Juni 2026, jam 10.00 WIB
Giat Penanaman Jagung Pipil Kuartal 2 2026 resmi dimulai. Nggak ada panggung megah. Nggak ada sambutan panjang. Yang ada cuma cangkul, bibit, dan tawa IPDA Sarlose Mesra, S.H. bareng warga. Karena cinta itu dibuktikan, bukan diucapin.
Cinta Itu Kolaborasi, Bukan Pencitraan
Kenapa kegiatan ini bikin grup WA warga rame? Karena semua turun tanpa disuruh. Polsek Rambah Samo jadi abang + motivator. BUMDes Maju Jaya Desa Sei Kuning jadi penggerak lapangan. PT Rambah Sawit Mandiri – PT RSM jadi sahabat yang siap backing dari belakang.
Nakhodanya? Bapak Alka Dedi Putra, Direktur BUMDes Maju Jaya. Orangnya ngerti isi hati petani. Bibit yang dipilih juga bukan sembarangan. *Pioner 32 Singa* – si jagung “anak sultan”. Sekali tanam bisa keluar 10-12 ton pipil kering per hektar. Warga bilang: “Kalau ini panen, dapur kami aman setahun, Pak.”
“Polisi Itu Pengayom, Sampai ke Pematang Sawah”
IPDA Sarlose Mesra, S.H. nggak berdiri megah di pinggir. Beliau ikut nanam, ikut kena lumpur, ikut keringetan.
“Kami nggak mau dicintai warga cuma pas ada razia, Pak. Polisi itu harus hadir pas warga butuh. Butuh aman kami jaga, butuh pangan kami dampingi. Program Pak Prabowo soal ketahanan pangan ini nggak bisa jalan kalau cuma dirapatkan. Harus ditanam. Sei Kuning kami mulai dulu. Kalau tanah ini hijau, Rohul pasti ikut subur,” ucap Kapolsek sambil merapikan barisan tanam warga.
Yang Turun ? Semua. Yang Diam? Cuma Kamera
Hari itu nggak ada yang jadi penonton. Semua jadi pemain.  
IPDA Sarlose Mesra, S.H. – Kapolsek yang buktinya lebih nyaring dari kata.  
IPDA Zulpendi, S.Pdi. – Kanit Binmas, nanam sambil ngajarin teknik jarak tanam.  
Ketua BPD + Sekdes Sei Kuning – pemerintah desa yang nggak cuma tanda tangan.  
Alka Dedi Putra – Direktur BUMDes, dari rapat sampai angkat karung bibit.  
Trio Bhabinkamtibmas: Aiptu Fajar Pangaribuan, Aipda Hendi Ismanto, Aipda Gondo Wahyu Utomo, S.H. – abang desa yang tiap hari ngopi bareng petani.  
Personel Polsek + Perangkat Desa + Warga Sei Kuning – semua satu lumpur, satu harapan.
Pioner 32 Singa: Cinta Petani = Pilih Bibit Terbaik
Jagung ini bandel, tahan penyakit, buahnya jumbo. Buat petani artinya nggak rugi. Buat negara artinya stok pakan aman, harga telur daging stabil. Ini wujud cinta Polri ke petani: kasih yang terbaik, bukan yang ada.
Pesan Terakhir Yang Bikin Mewek,
Petani terakhir menutup lubang tanamnya. Tangannya kotor, senyumnya lebar.
Kami nggak minta bantuan terus, Pak. Kami cuma minta didampingi. Hari ini Polri dampingi kami. Hari ini kami ngerasa dicintai. Tiga bulan lagi, insyaAllah kami balas dengan panen. Buat Kapolsek, buat Pak Alka, buat PT RSM. Makasih udah mau kotor bareng kami.”
Acara selesai, tanah Sei Kuning basah. Basah oleh air, basah oleh keringat, basah oleh cinta yang dibuktikan dengan aksi.
Jadi paham sekarang: Ketahanan pangan itu nggak lahir dari pidato. Dia lahir dari pematang sawah. Lahir dari satu biji jagung yang ditanam bareng Polri dan petani hari ini.***(Ari Wibowo )